Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Misi Mulia dari Bandung: Membendung Covid-19!

Keberhasilan Fifty Fifty

Nasional Virus Korona Bio Farma Unpad Konvergensi MGN
Media Indonesia, Nur Azizah, Medcom • 19 Agustus 2020 07:41
Jakarta: Ahli Biologi Molekuler Ahmad Rusdan Handoyo Utomo mengungkapkan, keberhasilan uji klinis vaksin covid-19 fase III masih belum bisa diprediksi.
 
"Saat ini tidak ada ilmuwan yang berani bertaruh, ya, keberhasilannya 50 dibanding 50," kata Ahmad kepada tim liputan Media Group News, Selasa, 18 Agustus 2020.
 
Ahmad mengatakan pemerintah memerlukan strategi khusus untuk memberikan informasi seputar perkembangan covid-19 kepada publik. Bagaimana caranya agar publik memahami tanpa harus memberikan euforia berlebih terhadap harapan akan kehadiran vaksin.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau toh nanti berhasil, belum tentu semua pasti dapat, akan ada prioritas," lanjutnya.
 
Selain tingkat keberhasilan, tantangan pemerintah ke depan adalah edukasi tentang vaksin. Apalagi masih banyak masyarakat yang masih ragu tentang pentingnya vaksinasi.
 
"Gerakan antivaksin bisa menjadi ganjalan ketika vaksin covid-19 nanti terbukti efektif dan ampuh," kata Ahmad.
 
Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Thohir, menyebut uji klinis untuk vaksin covid-19 berjalan dengan baik sejauh ini. Menurutnya, diperlukan waktu setidaknya selama enam bulan untuk tahapan uji klinis.
 
Menurut Erick, jika seluruh tahapan uji klinis vaksin berjalan lancar, diharapkan pada Januari-Februari 2021 sudah bisa dilaksanakan vaksinasi secara massal.
 
"Insya Allah kalau semuanya baik, pada Januari-Februari 2021, kita bisa melakukan vaksinasi secara massal. Karena itu kita berharap semuanya baik," kata Erick.
 
Apabila uji klinis vaksin dinyatakan selesai, penerapan adaptasi kebiasaan baru diharapkan masih terus harus dilakukan. Pasalnya, perlu ada pemantauan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI)
 
"Jika sudah ada vaksin, maka perlu ditentukan prioritas target vaksin, rencana distribusi, dan lain-lain," kata Deputi Kesehatan Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Agus Suprapto.
 
Karena pengembangan vaksin masih membutuhkan waktu selama enam bulan ke depan, maka Agus mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara tertib.
 
"Intervensi nonfarmasi seperti jaga jarak, physical distancing, memakai masker, cuci tangan memakai sabun, stay at home, dan lain-lain harus dilakukan secara optimal," kata dia.
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif