Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Luhkti Katarina. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.
Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Luhkti Katarina. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.

LIPI Sebut Surabaya Terlalu Manjakan Warganya

Nasional hut surabaya
Ilham Pratama Putra • 27 Desember 2018 13:34
Jakarta: Pemerintah Kota Surabaya dinilai terlalu memanjakan warganya dalam hal penanggulangan bencana. Pemkot tidak melibatkan warga dalam mengatasi dan mengantisipasi bencana.
 
Peneliti Ekologi Manusia dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Luhkti Katarina mengatakan, meski telah menyiapkan sistem yang baik, Kota Surabaya masih miliki risiko banjir yang tinggi.
 
"Surabaya sangat fokus pada pembangunan infrastruktur penanggulangan banjir. Seperti perbaikan drainase, pembuatan tanggul, rumah pompa, serta waduk," Luhkti di Gedung LIPI, Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurutnya pembangunan infrastruktur tidak cukup, jika masyarakat tidak memahami dampak dari banjir itu sendiri. Akhirnya masyarakat kurang peduli terhadap penanggulangannya.
 
Baca: Ratusan Warga Korban Bencana Tiba di Surabaya
 
Luhkti menyarankan Pemkot Surabaya tidak terlalu memanjakan masyarakatnya dengan melibatkan mereka untuk aktif menanggulangi masalah banjir.
 
"Kapasitas Pemerintah Kota Surabaya yang baik tidak sejalan dengan kapasitas penduduk kotanya. Ini salah satu akibat dari penduduk yang dimanjakan," kata Luhkti.
 
Luhkti menjelaskan, Surabaya harus memberi pelajaran bahwa upaya penanganan risiko harus dilakukan oleh pemerintah dan penduduknya.
 

 

(FZN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif