Sejumlah Aktivis 98 mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta izin menginap di KPU, Jakarta. Foto: Siti Yona Hukmana/Medcom.id
Sejumlah Aktivis 98 mendatangi Polda Metro Jaya untuk meminta izin menginap di KPU, Jakarta. Foto: Siti Yona Hukmana/Medcom.id

Aktivis 98 Menginap di KPU Meski Belum Kantongi Izin

Nasional pilpres 2019 pemilu serentak 2019
Siti Yona Hukmana • 16 Mei 2019 16:19
Jakarta: Forum Alumni Rembuk Nasional Aktivis 98 belum mendapatkan izin dari kepolisian untuk menginap di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU). Rencananya, Forum Alumni Rembuk Nasional Aktivis 98 akan mengawal proses rekapitulasi penghitungan suara.
 
"Kita tetap turun, yang penting kita sudah niat baik ikuti aturan dulu," kata Ketua Forum Alumni Rembuk Nasional Aktivis 98 Sayed Junaidi Rizaldi kepada Medcom.id di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.
 
Sayed mengatakan, polisi tengah mengkaji surat permohonannya. Polisi, kata dia, memberikan waktu 3 hingga 4 hari untuk memutuskan apakah mengizinkan atau tidak.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tapi, kalau tidak ada izin pun kita tetap turun dengan rencana awal (menginap di KPU). Belum ada perubahan dari rencana awal," tutur Sayed.
 
Sebelumnya, dia mengajukan izin ke Polda Metro Jaya untuk melakukan aksi di Gedung KPU. Ada lima ribu massa dikerahkan untuk mengawal proses rekapitulasi suara pada Selasa, 21 Mei-Rabu, 22 Mei 2019.
 
"Kita mengajukan izin keramaian untuk datang ke KPU, menginap di sana mengawal hasil penghitungan suara agar penghitungan maksimal, tidak terganggu oleh orang yang tidak menginginkan perhitungan itu terjadi," kata Sayed di Polda Metro Jaya, Rabu, 15 Mei 2019.
 
Baca: Kawal Penghitungan Suara, Aktivis 98 Akan Menginap di KPU
 
Sayed memberikan surat itu ke petugas di Gedung Intelkam Polda Metro Jaya. Namun, Sayed belum mendapatkan surat balasan dari kepolisian terkait permintaan izin tersebut lantaran masih dipelajari.
 
"Tapi intinya kita bukan berharap, kita minta ini diizinkan. Kalau tidak diizinkan kita akan lakukan hal-hal terkait gerakan kita ini sebagai support terhadap KPU," ungkap Sayed.
 
Sayed menegaskan aksinya tidak berkaitan dengan kubu mana pun. Pihaknya hanya menggelar aksi untuk mengawal proses penghitungan suara Pemilu 2019.
 
Kegiatan ini akan diisi orasi terkait pengawalan hasil penghitungan suara. Sayed mengaku akan membawa mobil komando dan poster dukungan untuk KPU. "Kita anggap KPU (sebagai) panitia dari pada acara demokrasi ini. Apa pun hasilnya, ya kita hargai dari panitia tersebut. Untuk itu, kami selaku bangsa berkewajiban menjaga itu," pungkas Sayed.
 

(YDH)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif