Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson - Medcom.id/Achmad Zulfikar Fazli.

Dubes Selandia Baru Pamit ke Wapres JK

Nasional duta besar negara sahabat indonesia-selandia baru
Achmad Zulfikar Fazli • 23 Januari 2019 13:48
Jakarta: Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Trevor Matheson, menemui Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta. Dia berpamitan ke Kalla sekaligus mengapresiasi pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.
 
"Saya hanya berpamitan dengan Wapres untuk menyampaikan penghargaan saya atas apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi," kata Matheson usai bertemu dengan Kalla, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Kalla, kata dia, berpesan agar hubungan bilateral kedua negara tetap terjaga dengan baik. Apalagi, selama empat tahun dirinya menjadi dubes, hubungan Selandia Baru dan Indonesia sudah berjalan sangat baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tentu kunjungan kenegaraan Presiden ke New Zealand memperkuat hubungan kedua negara serta mendorong kerja sama komprehensif kedua negara," ujar dia.
 
Matheson akan meninggalkan Indonesia pada Februari 2019. Dia mengaku sangat terkesan berada di Indonesia.
 
(Baca juga:RI Bisa Belajar Penanganan Gempa dari Selandia Baru)
 
Menurut dia, Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar saat ini mampu sejajar dengan negara besar lainnya. Dia berharap Indonesia bisa semakin maju ke depan.
 
"Jadi saya berharap bisa terus melihat kemajuan Indonesia," ucap dia.
 
Matheson juga mengaku terkesan dengan keragaman yang ada di Indonesia. Ada banyak suku dan bahasa daerah.
 
Dia mengaku sudah mengunjungi daerah-daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Dia berharap wisatawan Selandia Baru mengeksplorasi seluruh daerah di Indonesia, tidak terbatas di Bali.
 
"Bali memang cantik, tapi kita tahu bahwa Indonesia lebih dari Bali, ada 17.000 pulau yang bisa dieksplor dan saya harap orang-orang New Zealand bisa mengeksplor lebih banyak," kata dia.
 

 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif