BPJS Ketenagakerjaan Ajak CFO Club Indonesia Peduli Manfaat Jaminan Sosial

M Studio 01 Desember 2018 13:07 WIB
Berita BPJS Ketenagakerjaan
BPJS Ketenagakerjaan Ajak CFO Club Indonesia Peduli Manfaat Jaminan Sosial
BPJS Ketenagakerjaan menggelar CFO Gathering dan Sharing Session di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Jumat, 30 November 2018 (Foto:Dok.BPJS Ketenagakerjaan)
Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder untuk mewujudkan universal coverage bagi seluruh pekerja di Indonesia. Langkah yang ditempuh kali ini dengan menyajikan paparan komprehensif mengenai program BPJS Ketenagakerjaan kepada 120 Direktur Keuangan dan Head of Finance yang tergabung dalam CFO Club Indonesia.

Sosialisasi dilakukan pada acara bertajuk CFO Gathering dan Sharing Session di Hotel Four Season, Jakarta Selatan, Jumat, 30 November 2018. Kegiatan ini bertujuan sebagai harmonisasi eksistensi BPJS Ketenagakerjaan dalam mewujudkan kepesertaan penuh bagi seluruh pekerja di Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial di Indonesia.

"CFO Gathering dan Sharing Session juga bertujuan untuk mendapatkan masukan dan menyamakan persepsi terhadap pemahaman ketentuan atau regulasi terbaru dari BPJS Ketenagakerjaan sebagai pelaksana undang-undang serta manfaat maksimal yang didapat oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan," ucap Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, dalam siaran persnya, Sabtu, 1 Desember 2018.


Peserta pada kegiatan tersebut merupakan para direktur keuangan pemegang keputusan strategis dan financial controller. Mereka mempunyai kewajiban untuk memastikan kepatuhan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk kesejahteraan pegawai.

"Kami mendorong agar stakeholder mendapatkan informasi manfaat program termasuk pengembangan dana yang kami berikan untuk peserta JHT," kata Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Evi Afiatin.

Evi berharap melalui acara tersebut akan mendorong perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya sesuai dengan kondisi sesungguhnya baik dalam hal jumlah upah yang diterima masing-masing karyawan maupun jumlah tenaga kerja yang bekerja pada institusinya. Perusahaan juga diimbau agar membayarkan iuran tepat waktu agar para pekerja dapat menerima sesuai dengan haknya.

Masih dalam rangkaian kegiatan CFO Gathering, BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan kegiatan sharing session outlook Ekonomi Indonesia Tahun 2019 dengan keynote speaker oleh Staf Ahli Menteri Perindustrian Bidang Penguatan Struktur Industri Soerjono. Juga narasumber dari Kementerian PPN/ Bappenas, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Staf Ahli Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Amalia Adininggar Widyasanti, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sri Haryati, dan senior ekonom Anton Hermanto Gunawan.

Tercatat hingga Oktober 2018, BPJS Ketenagakerjaan mengelola jumlah peserta terdaftar sebanyak 49 juta dan peserta aktif 29 juta. Sementara, pada sektor penerimaan iuran BPJS Ketenagakerjaan meraih capaian Rp52,5 triliun.

BPJS Ketenagakerjaan juga telah membayarkan klaim jaminan untuk semua program sejumlah Rp20 triliun. Dari sisi pengelolaan dana, total dana kelolaan telah mencapai Rp345 triliun dengan hasil investasi sebesar Rp23 triliun.



(ROS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id