medcom.id Jakarta: Mabes TNI AD sudah bergerak mengosongkan rumah warga di Kompleks Kodam Bintaro, Jalan Apel, Bintaro, Jakarta Selatan. Warga bereaksi, mereka mencoba menghalau personel TNI yang mengosongkan rumah warga, Kamis 12 Mei, namun tak berhasil.
Pengosongan rumah dilakukan karena lokasi itu diperuntukkan sebagai rumah dinas, bukan untuk pensiuan ataupun anak-anaknya. Rumah akan digunakan orang-orang baru yang masih aktif di lingkungan TNI AD.
Warga sudah mulai direlokasi, hari ini. "Sebagian warga dipindahkan ke sebuah rumah tidak jauh dari sini," kata salah satu anggota TNI yang tidak mau menyebutkan namanya di Jalan Apel, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2016).
Menurut dia, warga akan menghuni rumah dua lantai. Rumah itu memiliki ruang terbuka dan satu kamar mandi. Sayangnya, personel TNI itu tak tahu persis alamat rumah tinggal yang ditempati warga. Ia hanya menyebut rumah itu berjarak dua kilometer dari kompleks.
Rumah disediakan sementara sampai warga menemukan tempat tinggal baru. TNI sudah membayar rumah itu untuk satu bulan.
Ilustrasi pengosongan rumah oleh TNI/ANT/Irsan Mulyadi
Personel TNI bertindak bukan tanpa alasan. Mereka menjalankan tugas setelah peringatan bahkan sampai SP3 tak diindahkan warga.
"Kemarin SP3 sudah turun maka tidak ada negosiasi lagi, langsung eksekusi penertiban rumah," ujar dia.
Pernyataan anggota TNI itu diamini Ibu Heru, warga yang tinggal di depan Kompleks. Ia mengakui pemberitahuan kepada warga sudah beberapa kali dilayangkan. Imbauan mengosongkan rumah juga sudah berkali-kali disampaikan.
Personel TNI terpaksa mengeluarkan barang-barang dari rumah yang seharusnya hanya dihuni anggota, istri, dan janda anggota TNI. "Kemarin ramai sekali anggota TNI dan Polisi mengeluarkan paksa barang-barang milik warga Jalan Apel," ujar dia.
Beberapa warga sempat pingsan saat penertiban berlangsung. Mereka langsung dilarikan ke RS Bintaro.
Pantauan Metrotvnews.com kompleks terlihat sepi. Tidak ada lagi penertiban karena sebagian warga sudah direlokasi.
Sebelum eksekusi dilakukan, warga pernah menggelar aksi di depan Istana Negara. Aksi yang digelar Awal April 2016 itu menolak rencana penggusuran kompleks atau asrama yang akan dilakukan Mabes TNI AD.
Dalam aksinya, mereka menginginkan perubahan status rumah negara golongan II yang berfungsi sebagai asrama dapat dialihkan statusnya menjadi rumah negara golongan III sehingga bisa dimiliki.
medcom.id Jakarta: Mabes TNI AD sudah bergerak mengosongkan rumah warga di Kompleks Kodam Bintaro, Jalan Apel, Bintaro, Jakarta Selatan. Warga bereaksi, mereka mencoba menghalau personel TNI yang mengosongkan rumah warga, Kamis 12 Mei, namun tak berhasil.
Pengosongan rumah dilakukan karena lokasi itu diperuntukkan sebagai rumah dinas, bukan untuk pensiuan ataupun anak-anaknya. Rumah akan digunakan orang-orang baru yang masih aktif di lingkungan TNI AD.
Warga sudah mulai direlokasi, hari ini. "Sebagian warga dipindahkan ke sebuah rumah tidak jauh dari sini," kata salah satu anggota TNI yang tidak mau menyebutkan namanya di Jalan Apel, Bintaro, Jakarta Selatan, Jumat (13/5/2016).
Menurut dia, warga akan menghuni rumah dua lantai. Rumah itu memiliki ruang terbuka dan satu kamar mandi. Sayangnya, personel TNI itu tak tahu persis alamat rumah tinggal yang ditempati warga. Ia hanya menyebut rumah itu berjarak dua kilometer dari kompleks.
Rumah disediakan sementara sampai warga menemukan tempat tinggal baru. TNI sudah membayar rumah itu untuk satu bulan.
Ilustrasi pengosongan rumah oleh TNI/ANT/Irsan Mulyadi
Personel TNI bertindak bukan tanpa alasan. Mereka menjalankan tugas setelah peringatan bahkan sampai SP3 tak diindahkan warga.
"Kemarin SP3 sudah turun maka tidak ada negosiasi lagi, langsung eksekusi penertiban rumah," ujar dia.
Pernyataan anggota TNI itu diamini Ibu Heru, warga yang tinggal di depan Kompleks. Ia mengakui pemberitahuan kepada warga sudah beberapa kali dilayangkan. Imbauan mengosongkan rumah juga sudah berkali-kali disampaikan.
Personel TNI terpaksa mengeluarkan barang-barang dari rumah yang seharusnya hanya dihuni anggota, istri, dan janda anggota TNI. "Kemarin ramai sekali anggota TNI dan Polisi mengeluarkan paksa barang-barang milik warga Jalan Apel," ujar dia.
Beberapa warga sempat pingsan saat penertiban berlangsung. Mereka langsung dilarikan ke RS Bintaro.
Pantauan
Metrotvnews.com kompleks terlihat sepi. Tidak ada lagi penertiban karena sebagian warga sudah direlokasi.
Sebelum eksekusi dilakukan, warga pernah menggelar aksi di depan Istana Negara. Aksi yang digelar Awal April 2016 itu menolak rencana penggusuran kompleks atau asrama yang akan dilakukan Mabes TNI AD.
Dalam aksinya, mereka menginginkan perubahan status rumah negara golongan II yang berfungsi sebagai asrama dapat dialihkan statusnya menjadi rumah negara golongan III sehingga bisa dimiliki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)