medcom.id, Karawaci: Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) merayakan Dies Natalis ke-20. Hari ini, Kamis (29/9/2016), merupakan puncak dari rangkaian acara yang diagendakan.
Ketua Panitia Dies Natalis yang juga Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Susi Susantijo mengatakan bahwa sebelumnya, pada 25 Juli, FH UPH telah melakukan syukuran internal yang diikuti oleh civitasnya. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur karena sudah bisa bertahan selama dua dasawarsa.
"Pada 25 Juli itu, kami melaksanakan perkuliahan yang pertama kali pada 20 tahun silam. Kami sangat bersyukur bisa bertahan dan terus eksis mencetak generasi profesional hukum yang berkualitas. Kemudian sebelumnya kami juga mengadakan Seminar Hukum dan Alkitab dan puncaknya hari ini Orasi Ilmiah yang diisi oleh Guru Besar Universitas Padjadjaran Bapak Haula Adolf," ucap Susi.
Rentang waktu 20 tahun merupakan perjalanan panjang dan tidak mudah. Menurut Susi, untuk mempertahankan eksistensi FH UPH terus konsisten dengan visi dan misi yang ingin diraih.
"Kami sering sharing antar dosen, juga membangun rasa kekeluargaan. Puji Tuhan, semua melakukan dengan sepenuh hati dan memiliki sense of belonging. Kalau punya rasa itu pasti bagus dan melihat kepentingan sudah bukan sekadar untuk pribadi, namun untuk semuanya," tutur perempuan yang sudah 12 tahun menjadi dosen di FH UPH ini.
Dalam perjalanannya, FH UPH menorehkan banyak capaian dan berkiprah di kancah nasional maupun internasional. FH UPH berhasil melahirkan beberapa tokoh nasional seperti ahli hukum Jamin Ginting dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio. Pada level internasional, UPH banyak mewakili Indonesia dalam berbagai kompetisi bidang hukum.
Direktur FH UPH Velliana Tanaya mengatakan, capaian dan kiprah itu tak lepas dari suasana belajar mengajar yang kekeluargaan dan nilai-nilai yang diterapkan sesuai visi dan misi UPH. Sehingga para mahasiswa tidak sekadar mendapatkan ilmu akademik, namun juga memiliki hati dan empati.
"Peserta didik selain kami beri teori, ada prakteknya juga sehingga alumni kami siap pakai. Kami berikan kesempatan yang sama, mata kuliah dan prinsip dasar harus dipegang. Kami harap semoga bisa menyiapkan praktisi hukum yang profesional dan taat dengan Tuhan," tutur Velliana.
Selain orasi ilmiah tentang hukum arbitrasi, acara pada hari ini juga memberikan beberapa penghargaan kepada civitas akademik. Salah satunya, mahasiswi berprestasi yang diberikan kepada Nadya Andyrasari Mulya. Dia berhasil menjuarai kompetisi bergengsi dalam bidang hukum (Jessup), antara lain Philip C Jessup International Law Moot Court Competition di Washington DC dan Foreign Direct Investment International Arbitratration Competition di Seoul dan London.
Mahasiswi berprestasi Nadya Andyrasari Mulya (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)
"Satu tim ada 4 sampai 5 orang, saya sendiri berperan sebagai speakernya. Saya bersyukur sekali dan berterimakasih kepada FH UPH yang telah mengantarkan saya ke beberapa kompetisi ini," ucap Nadya.
Mahasiswi tingkat akhir ini mengaku sangat senang bisa melanjutkan pendidikan tingginya di kampus yang berlokasi di Karawaci, Tangerang ini. Meskipun universitas swasta, kampusnya ini tak kalah dengan perguruan tinggi negeri. Sebab, para dosen pengajarnya memiliki background pendidikan berkualitas dan selalu memberikan dukungan penuh kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam mempersiapakan moot court.
"Saya banyak belajar di sini, selain pelajaran di kelas, saya juga belajar hard work, dedikasi dan doa. Itu intinya dan benar-benar ada hasilnya. UPH juga mengajarkan walaupun banyak prestasi, harus tetap humble," ungkap mahasiswi tingkat akhir FH UPH ini.
Tak hanya itu saja, Direktur BEI Tito Sulistio yang merupakan alumni S3 FH UPH pun mengaku, memetik banyak pelajaran selama studinya. Pelajaran yang didapat dari FH UPH ini pun ia terapkan sampai kini ia menjabat sebagai Direktur BEI.
"Paling utama saat saya masuk UPH itu yang saya dapatkan adalah bagaimana membuat dan menganalisis kesimpulan yang diterima indera kita. Yang penting adalah banyak membaca, sebab itu akan merubah pola pikir dan kalau pola pikir berubah akan bisa diterapkan di segala kehidupan tentang bagaimana mempersepsikan informasi. Konsep ini saya terapkan saat membuat paper untuk menjadi Direktur BEI," kenang Tito.
Sementara itu Founder FH UPH Mochtar Riyadi yang hadir bersama istrinya, mengaku puas atas prestasi dan capaian yang telah diraih fakultas yang didirikannya ini. Dia menyebutkan bahwa insturmen hukum merupakan salah satu hal penting dalam suatu negara pada rakyat untuk membela dirinya sendiri, konsep ini menurutnya penting sekali ditanamkan pada mahasiswa FH UPH.
"Saya berharap FH UPH bisa menghasilkan ahli-ahli hukum yang bermoral dan bisa membela orang kecil. Hukum itu merupakan fondasi daripada perkembangan suatu negara dan ketertiban suatu bangsa, maka saya rasa UPH membangun FH ini sangat urgency," tukas Mochtar.
Dies Natalis ke-20 FH UPH yang turut dihadiri Dekan Fakultas Hukum UPH Bintan R. Saragih, Rektor UPH Jonathan L. Parapak, dan seluruh civitas akademik FH UPH ini berlangsung lancar dan penuh suka cita.
medcom.id, Karawaci: Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) merayakan Dies Natalis ke-20. Hari ini, Kamis (29/9/2016), merupakan puncak dari rangkaian acara yang diagendakan.
Ketua Panitia Dies Natalis yang juga Ketua Program Studi Magister Kenotariatan Susi Susantijo mengatakan bahwa sebelumnya, pada 25 Juli, FH UPH telah melakukan syukuran internal yang diikuti oleh civitasnya. Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur karena sudah bisa bertahan selama dua dasawarsa.
"Pada 25 Juli itu, kami melaksanakan perkuliahan yang pertama kali pada 20 tahun silam. Kami sangat bersyukur bisa bertahan dan terus eksis mencetak generasi profesional hukum yang berkualitas. Kemudian sebelumnya kami juga mengadakan Seminar Hukum dan Alkitab dan puncaknya hari ini Orasi Ilmiah yang diisi oleh Guru Besar Universitas Padjadjaran Bapak Haula Adolf," ucap Susi.
Rentang waktu 20 tahun merupakan perjalanan panjang dan tidak mudah. Menurut Susi, untuk mempertahankan eksistensi FH UPH terus konsisten dengan visi dan misi yang ingin diraih.
"Kami sering sharing antar dosen, juga membangun rasa kekeluargaan. Puji Tuhan, semua melakukan dengan sepenuh hati dan memiliki sense of belonging. Kalau punya rasa itu pasti bagus dan melihat kepentingan sudah bukan sekadar untuk pribadi, namun untuk semuanya," tutur perempuan yang sudah 12 tahun menjadi dosen di FH UPH ini.
Dalam perjalanannya, FH UPH menorehkan banyak capaian dan berkiprah di kancah nasional maupun internasional. FH UPH berhasil melahirkan beberapa tokoh nasional seperti ahli hukum Jamin Ginting dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio. Pada level internasional, UPH banyak mewakili Indonesia dalam berbagai kompetisi bidang hukum.
Direktur FH UPH Velliana Tanaya mengatakan, capaian dan kiprah itu tak lepas dari suasana belajar mengajar yang kekeluargaan dan nilai-nilai yang diterapkan sesuai visi dan misi UPH. Sehingga para mahasiswa tidak sekadar mendapatkan ilmu akademik, namun juga memiliki hati dan empati.
"Peserta didik selain kami beri teori, ada prakteknya juga sehingga alumni kami siap pakai. Kami berikan kesempatan yang sama, mata kuliah dan prinsip dasar harus dipegang. Kami harap semoga bisa menyiapkan praktisi hukum yang profesional dan taat dengan Tuhan," tutur Velliana.
Selain orasi ilmiah tentang hukum arbitrasi, acara pada hari ini juga memberikan beberapa penghargaan kepada civitas akademik. Salah satunya, mahasiswi berprestasi yang diberikan kepada Nadya Andyrasari Mulya. Dia berhasil menjuarai kompetisi bergengsi dalam bidang hukum (Jessup), antara lain Philip C Jessup International Law Moot Court Competition di Washington DC dan Foreign Direct Investment International Arbitratration Competition di Seoul dan London.
Mahasiswi berprestasi Nadya Andyrasari Mulya (Foto:Metrotvnews.com/Pelangi Karismakriskti)
"Satu tim ada 4 sampai 5 orang, saya sendiri berperan sebagai speakernya. Saya bersyukur sekali dan berterimakasih kepada FH UPH yang telah mengantarkan saya ke beberapa kompetisi ini," ucap Nadya.
Mahasiswi tingkat akhir ini mengaku sangat senang bisa melanjutkan pendidikan tingginya di kampus yang berlokasi di Karawaci, Tangerang ini. Meskipun universitas swasta, kampusnya ini tak kalah dengan perguruan tinggi negeri. Sebab, para dosen pengajarnya memiliki background pendidikan berkualitas dan selalu memberikan dukungan penuh kepada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam mempersiapakan moot court.
"Saya banyak belajar di sini, selain pelajaran di kelas, saya juga belajar hard work, dedikasi dan doa. Itu intinya dan benar-benar ada hasilnya. UPH juga mengajarkan walaupun banyak prestasi, harus tetap humble," ungkap mahasiswi tingkat akhir FH UPH ini.
Tak hanya itu saja, Direktur BEI Tito Sulistio yang merupakan alumni S3 FH UPH pun mengaku, memetik banyak pelajaran selama studinya. Pelajaran yang didapat dari FH UPH ini pun ia terapkan sampai kini ia menjabat sebagai Direktur BEI.
"Paling utama saat saya masuk UPH itu yang saya dapatkan adalah bagaimana membuat dan menganalisis kesimpulan yang diterima indera kita. Yang penting adalah banyak membaca, sebab itu akan merubah pola pikir dan kalau pola pikir berubah akan bisa diterapkan di segala kehidupan tentang bagaimana mempersepsikan informasi. Konsep ini saya terapkan saat membuat paper untuk menjadi Direktur BEI," kenang Tito.
Sementara itu Founder FH UPH Mochtar Riyadi yang hadir bersama istrinya, mengaku puas atas prestasi dan capaian yang telah diraih fakultas yang didirikannya ini. Dia menyebutkan bahwa insturmen hukum merupakan salah satu hal penting dalam suatu negara pada rakyat untuk membela dirinya sendiri, konsep ini menurutnya penting sekali ditanamkan pada mahasiswa FH UPH.
"Saya berharap FH UPH bisa menghasilkan ahli-ahli hukum yang bermoral dan bisa membela orang kecil. Hukum itu merupakan fondasi daripada perkembangan suatu negara dan ketertiban suatu bangsa, maka saya rasa UPH membangun FH ini sangat urgency," tukas Mochtar.
Dies Natalis ke-20 FH UPH yang turut dihadiri Dekan Fakultas Hukum UPH Bintan R. Saragih, Rektor UPH Jonathan L. Parapak, dan seluruh civitas akademik FH UPH ini berlangsung lancar dan penuh suka cita.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)