Jembatan Bocimi--Media Indonesia/Anti
Jembatan Bocimi--Media Indonesia/Anti

Bangun Dua Jembatan di Bocimi, PU Anggarkan Rp20 M

Dede Susianti • 15 Juni 2014 00:00
medcom.id, Bogor: Kondisi rusaknya dua jembatan yang berada di jalur nasional Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi), berkontribusi pada peningkatan volume kendaraan atau tepatnya memperparah kemacetan di jalur tersebut.
 
Perbaikan atau pembangunan dua jembatan itu sifatnya mendesak untuk segera diselesaikan. Terlebih lagi waktunya kian mendekat jelang arus mudik.
 
Sebagai solusi, pihak Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum saat ini tengah melakukan perbaikan dan pembangunan.

"Dalam waktu dekat, sebelum lebaran kita akan bangun jembatan dari Ciawi sebelah kiri. Jembatan darurat tetap seperti sekarang. Nanti kalau sudah ada baylay sekarang, nanti baru di bongkar," kata Kepala Balai Wilayah IV, Dirjen Bina Marga, Kemen PU Bambang Hartadi. Balai Wilayah IV ini cakupan kerjanya DKI Jakarta, Jabar dan Banten.
 
Dia mengatakan, pembangunan Jembatan Caringin /Butawereng, satu paket dengan pembangunan jembatan Cimande.
 
"Dua jembatan ini satu paket. Untuk kontruksinya kita siapkan anggaran sebesar Rp 20 miiliar,"kata Bambang di sela acara Media Gathering Ditjen Bina Marga "Kesiapan Infrastruktur Jalan jelang arus mudik lebaran 2014", di Hotel Padjajaran Suites di Bogor Nirwarna Residance, Bogor, kemarin.
 
Menurutnya, kerusakan jembatan di Caringin, bermula dari adanya longsoran yang terjadi pada November 2013. Saat itu menurutnya, terjadi banjir besar. "Sebenarnya itu bukan jembatan, tapi gorong-gorong yang tidak bisa menampung. Tidak bisa kita pertahankan dan akan kita ganti dengan jembatan. Pengadaan jembatan sudah terkontrak. Sekarang sedang kami kerjakan, jadi kami tidak akan mengurangi kapasitas jalan. Kami harus membangun jembatan di sisi kiri," ujarnya.
 
Rencana pembangunan jembatan ini, menurut dia menemui kendala. Terutama terkait lahannya, dimana warga tidak mau melepas lahannya. Sementara keberadaan jembatan itu sudah tidak bisa ditawar lagi. "Kami dapat kendala, tanah tidak mau dibebaskan.Tapi akhirnya kami negosiasi dengan sistem sewa," ucapnya.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WID)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>