Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Erupsi Anak Krakatau Pemicu Tsunami di Selat Sunda

Nasional Tsunami di Selat Sunda
Intan Yunelia • 23 Desember 2018 07:36
Jakarta: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BKMG) memastikan gelombang tinggi yang menerjang beberapa wilayah pantai di Selat Sunda adalah tsunami. Diduga, tsunami dipicu oleh longsornya bawah laut karena pengaruh dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
 
"Tsunami bukan dipicu oleh gempa bumi, tidak terdeteksi adanya aktivitas tektonik," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Jakarta, Minggu, 3 Desember 2018.
 
Selain bawah laut yang longsor, fenomena pasang laut juga jadi pemicu gelombang air tinggi. Disimpulkan, ada kombinasi antara fenomena alam yaitu tsunami dan gelombang pasang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sutopo mengatakan sekitar pukul 21.03 WIB, BMKG mendeteksi Gunung Anak Krakatau kembali erupsi dan menyebabkan peralatan seismograf setempat rusak. Namunm, seismik stasiun sertung merekam adanya getaran tremor terus menerus.
 
"Kemungkinan material sedimen di sekitar Anak Gunung Krakatau di bawah laut longsor sehingga memicu tsunami," ujarnya.
 
Masyarakat diminta tenang dan tidak terpancing dengan isu yang menyesatkan yang disebarkan oleh pihak yang tidak jelas. Masyarakat dihimbau tidak melakukan aktivitas di pantai Selat Sunda untuk sementara waktu. BMKG dan Badan Geologi masih melakukan penelitian lebih lanjut.
 
Tsunami menerjang laut Anyer, Banten, dan Lampung Selatan, Sabtu, 22 Desember 2018. Beberapa orang dinayatakan tewas dan luka-luka akibat bencana ini. Ratusan fasilitas juga rusak setelah diterjang gelombang tinggi tersebut.
 

(JMS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif