Salat. DOK Medcom.
Salat. DOK Medcom.

Panduan Lengkap Niat Salat Idulfitri 1447 H: Teks Arab, Latin, dan Terjemahannya

Muhammad Syahrul Ramadhan • 20 Maret 2026 13:18
Ringkasnya gini..
  • Umat muslim di Indonesia akan melaksanakan salat Idulfitri 1447 H pada Sabtu, 21 Maret 2026.
  • Memahami tata cara salat Idulfitri sejak dini membantu kita lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah.
  • Kendati berjamaah sangat disarankan, salat Id tetap dianggap sah apabila dilakukan secara mandiri.
Jakarta: Umat muslim di Indonesia akan melaksanakan salat Idulfitri 1447 H pada  Sabtu, 21 Maret 2026. Agar ibadah di pagi hari raya ini berjalan dengan sempurna dan sesuai tuntunan, penting bagi kita untuk memahami kembali bacaan niat serta tata cara pelaksanaannya.
 
Salat Idulfitri hukumnya adalah sunnah muakkadah. Ibadah dua rakaat ini lazimnya digelar secara berjamaah di lapangan atau masjid dan diakhiri dengan penyampaian khutbah. 
 
Kendati berjamaah sangat disarankan, salat Id tetap dianggap sah apabila dilakukan secara mandiri (munfarid) di rumah karena alasan tertentu atau halangan, sebab mengerjakannya secara personal jauh lebih utama dibandingkan melewatkannya.

Panduan ini berlandaskan pada penjelasan Syekh KHR Asnawi dalam kitab Fashalatan serta kitab al-Fiqh al-Manhajî. Dengan demikian, tata cara yang disajikan selaras dengan prinsip-prinsip mazhab Syafi’i yang menjadi rujukan utama mayoritas umat Islam di Indonesia.

Niat Salat Idulfitri


Niat merupakan syarat sah pertama dalam beribadah. Berikut adalah pelafalan niat tergantung posisi kamu saat berjamaah:
 
Sebagai Makmum:
 
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلهِ تَعَالَى
 
Ushallī sunnatan li ‘īdil fithri rak’ataini ma’mūman lillāhi ta’ālā.
 
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
 
Sebagai Imam:
 
 أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلهِ تَعَالَى
 
Ushallī sunnatan li ‘īdil fithri rak’ataini imāman lillāhi ta’ālā.
 
Artinya: "Aku niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat sebagai imam karena Allah Ta’ala."
 
Bacaan di Antara Takbir Rakaat Pertama
 
Di sela-sela takbir, dianjurkan membaca tasbih dan tahmid, di antaranya:
 
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
 
Atau:
 
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
 

Selesai menuntunkan tujuh kali takbir tambahan, jemaah membaca surat Al-Fatihah yang kemudian sangat dianjurkan untuk disambung dengan pembacaan surat Al-A’la. Adapun rangkaian gerakan setelahnya, mulai dari rukuk, sujud, hingga duduk di antara dua sujud, dilaksanakan persis seperti tata cara salat pada umumnya.
 
Bacaan Rakaat Kedua
 
Pada rakaat kedua, jemaah melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali. Sama seperti sebelumnya, setiap takbir disunnahkan dengan mengangkat tangan dan diselingi bacaan tasbih. 
 
Usai menyelesaikan takbir kelima, jemaah melanjutkan bacaan dengan Surah Al-Fatihah yang disunnahkan untuk diikuti dengan Surah Al-Ghasyiyah sebelum menuntaskan seluruh gerakan salat hingga salam. Penting untuk dipahami bahwa rangkaian takbir tambahan tersebut merupakan amalan sunnah yang artinya, jika seseorang lupa atau terlewat mengerjakannya, salat Idulfitri yang dilakukan tetap dianggap sah secara hukum.
 
Memahami tata cara salat Idulfitri sejak dini membantu kita lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah. Pastikan Sobat Medcom telah bersiap dengan pakaian terbaik dan menjaga kebersihan sebelum berangkat menuju tempat salat.
 
(Fany Wirda Putri)
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>