BPJPH menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) 2026 yang diikuti 48 negara bahas ekosistem halal global. dok bpjph
BPJPH menggelar The 5th Summit of Halal 20 (H20) 2026 yang diikuti 48 negara bahas ekosistem halal global. dok bpjph

BPJPH Targetkan Indonesia Jadi Rujukan Ekosistem Halal Dunia

Adri Prima • 20 September 2026 20:25
Ringkasnya gini..
  • BPJPH mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat ekosistem halal dunia.
  • H20 2026 dihadiri delegasi 48 negara untuk memperkuat kerja sama halal lintas negara.
  • Industri halal dinilai berpotensi besar bagi ekonomi, dengan nilai global mencapai USD21,3 triliun.
Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) mendorong Indonesia tidak hanya menjadi pasar industri halal dunia, tetapi juga berkembang sebagai salah satu pusat halal global.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan menyampaikan visi tersebut dalam The 5th Summit of Halal 20 di Depok, Jawa Barat, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Haikal, perkembangan industri halal kini telah melampaui batas agama. Konsep halal semakin dikaitkan dengan gaya hidup serta standar produk yang mencakup kebersihan, kesehatan, transparansi, keterlacakan, dan kepercayaan konsumen.

"Halal bukan lagi milik umat Islam semata. Halal menjadi milik semua orang," ujar Haikal Hasan.

Ia mengatakan perubahan pandangan tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisi sebagai pusat ekosistem halal dunia.

Haikal menjelaskan industri halal tidak hanya mencakup makanan dan minuman. BPJPH mendorong penerapan jaminan produk halal pada berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, kosmetik, obat-obatan, pakaian, tekstil hingga barang gunaan lainnya.

"Halal itu adalah clean. Halal itu kebersihannya terjaga, transparansinya terjaga, traceability-nya terjaga, dan trustability-nya, kepercayaannya terjaga," jelasnya. Mengacu pada konsep tersebut, maka halal semakin mudah diterima masyarakat global. Bahkan di sejumlah negara, halal dikaitkan dengan kualitas, kesehatan, dan kebersihan.

Karena itu, BPJPH berupaya memperluas ekosistem halal Indonesia agar tidak berhenti pada sertifikasi, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan ekonomi.
haikal hasan
(Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan)

Indonesia sebagai rujukan halal dunia


Kehadiran delegasi dari berbagai negara dalam The 5th Summit of Halal 2026 menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperkenalkan sistem jaminan produk halal yang dikembangkan di dalam negeri.

Haikal menyebut sedikitnya 48 negara hadir dalam forum tersebut. "Silakan masuk ke Indonesia dengan sertifikat halal yang terjaga, yang terjamin," ujarnya.

BPJPH juga menyiapkan penguatan jejaring kerja sama halal lintas negara. Menurutnya, Indonesia dan Malaysia akan menjadi mitra terdekat dalam pengembangan kerja sama tersebut melalui rencana pembentukan Indonesia-Malaysia Halal Council pada akhir 2026.

Selanjutnya, pembentukan ASEAN Halal Council ditargetkan pada September 2027. BPJPH juga menargetkan pembentukan World Halal Council pada 2028. "Ini akan menjadi rujukan bagi dunia," katanya.
 

Potensi ekonomi industri halal


Penguatan ekosistem halal juga berkaitan dengan potensi ekonomi yang besar. Haikal menyebut nilai industri halal dunia mencapai sekitar USD21,3 triliun. Dari angka tersebut, sekitar Rp6.400 triliun disebut berada di Indonesia.

Potensi tersebut menjadi salah satu alasan BPJPH mendorong industri halal tidak hanya dipandang sebagai kewajiban sertifikasi, tetapi juga bagian dari pertumbuhan ekonomi nasional.

"Halal itu untuk kesehatan, halal itu untuk pertumbuhan, halal itu untuk growth economy," tegasnya.

Haikal juga menyebut kontribusi halal value chain di Indonesia saat ini mencapai sekitar 27 persen. Penguatan kerja sama internasional diharapkan dapat memperkuat keterhubungan Indonesia dengan pasar halal global.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>