U.S.-Indonesia Dairy Partnership Summit 2026, yang berlangsung Senin, 22 Juni 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta. dok usdec
U.S.-Indonesia Dairy Partnership Summit 2026, yang berlangsung Senin, 22 Juni 2026 di Hotel Fairmont, Jakarta. dok usdec

Kemitraan AS-Indonesia Dongkrak Produksi Susu Peternak hingga 32,5 Persen

Adri Prima • 22 Juni 2026 23:18
Ringkasnya gini..
  • Kemitraan Amerika Serikat (AS)-Indonesia lewat program pelatihan U.S–Indonesia Dairy Partnership (USIDP) menunjukkan dampak signifikan.
  • Terbukti, para peternak sapi perah Indonesia yang ikut pelatihan ini mencatat peningkatan produksi susu harian sebesar 32,5 persen pada tahun 2025.
  • Pencapaian tersebut menjadi sorotan dalam U.S.-Indonesia Dairy Partnership Summit 2026, yang diselenggarakan oleh USDEC di Jakarta.
Jakarta: Kemitraan Amerika Serikat (AS)-Indonesia lewat program pelatihan U.S-Indonesia Dairy Partnership (USIDP) menunjukkan dampak signifikan.
 
Terbukti, para peternak sapi perah Indonesia yang ikut serta dalam pelatihan ini mencatat rata-rata peningkatan produksi susu harian sebesar 32,5 persen pada tahun 2025.
 
Capaian ini menunjukkan dampak nyata dari inisiatif kolaboratif yang dirancang untuk memperkuat peternakan sapi perah lokal, meningkatkan kualitas susu, serta mendukung target gizi dan ketahanan pangan Indonesia.

Pencapaian tersebut menjadi sorotan utama dalam U.S.-Indonesia Dairy Partnership Summit 2026, yang diselenggarakan oleh USDEC, Senin, 22 Juni 2026, di Jakarta. 
 
Konferensi ini mempertemukan para pejabat tinggi pemerintah, pemimpin industri susu, akademisi, dan peternak dari kedua negara untuk mengulas berbagai pencapaian tahun pertama kemitraan tersebut, sekaligus menjajaki peluang untuk semakin memperkuat sektor persusuan Indonesia. 
 
Diluncurkan pada November 2024, USIDP merupakan inisiatif strategis yang dikembangkan oleh USDEC melalui kerjasama dengan lembaga akademis dan para praktisi di bidang persusuan Indonesia. 
 
Program ini memadukan keahlian industri persusuan Amerika Serikat dengan peningkatan kapasitas peternak lokal, peningkatan kualitas susu, serta intervensi berorientasi gizi yang dirancang untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.  Sejak awal pelaksanaannya, USIDP telah menyelenggarakan 54 rangkaian pelatihan di delapan lokasi, menjangkau 500 peternak, serta membekali 100 teknisi persusuan untuk memperluas jangkauan program ini ke industri yang lebih luas.
 
“Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin kemitraan selama 75 tahun, dan industri persusuan AS bangga menjadi bagian dari babak baru tersebut,” ujar President dan CEO USDEC, Krysta Harden di Hotel Fairmont, Jakarta. 
 
“Melalui kemitraan ini, kami turut membantu memperkuat pasokan susu dalam negeri Indonesia, mendukung program Makan Bergizi Gratis di negara ini, serta membangun hubungan langgeng yang membawa manfaat bagi para peternak dan keluarganya di kedua negara,” lanjutnya. 
 

Kolaborasi membangun ekosistem


Mengusung tema "Dairy for Growth: Empowering Farmers, Nourishing Communities", konferensi ini menyoroti pentingnya kolaborasi internasional dalam mendukung kesejahteraan peternak, meningkatkan produksi susu lokal, serta membangun ekosistem persusuan yang lebih tangguh di Indonesia. 
 
Konferensi USIDP menghadirkan sambutan dari President dan CEO USDEC, Krysta Harden, serta Dr. Drh. Agung Suganda, M.Si., Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Indonesia, bersama para anggota senior USDEC dan pejabat pemerintah Indonesia lainnya, dalam serangkaian diskusi panel yang mengupas pendekatan USIDP, mulai dari tahap strategi hingga implementasinya di tingkat peternak.
 
Konferensi tersebut juga menghadirkan Sekretaris Pertanian New Mexico, Jeff Witte, yang memaparkan peran New Mexico dalam memajukan target gizi serta produktivitas peternakan sapi perah Indonesia, sebuah kolaborasi yang memanfaatkan keahlian dari Departemen Pertanian New Mexico, New Mexico State University, Departemen Pertanian Wisconsin, dan Universitas Wisconsin. 
 
Dalam rangka memperingati International Year of the Women Farmer 2026, sebuah segmen khusus bertajuk "Celebrating Women Farmers, Growing the Future" menghadirkan delapan peternak perempuan yang telah menyelesaikan program pelatihan USIDP. 
 
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan profesional mereka secara berkelanjutan, seluruh peternak yang berpartisipasi juga menerima buku CowSignals Basics yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. 
 
Buku karya dokter hewan dan edukator ternama di bidang persusuan asal Belanda, Jan Hulsen tersebut menyajikan panduan praktis untuk membantu mereka meningkatkan praktik perawatan ternak serta pengelolaan peternakan secara lebih mendalam. 
 
“Langkah berikutnya adalah memperluas skala dampak ini di seluruh ekosistem persusuan Indonesia. Kami sedang membangun sesuatu yang berkelanjutan, dan kami akan melakukannya bersama-sama,” pungkas Harden. 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>