Biodiversity Fun Class (BDFC) 2026. Foto: Istimewa
Biodiversity Fun Class (BDFC) 2026. Foto: Istimewa

Pilah Sampah Sejak Dini, Cara Siswa SD Belajar Menjaga Keanekaragaman Hayati

Annisa ayu artanti • 13 Agustus 2026 16:55
Ringkasnya gini..
  • Sebanyak 109 siswa SD di Bogor belajar memilah sampah dan memahami dampaknya terhadap lingkungan serta keanekaragaman hayati.
  • Program BDFC 2026 juga menyediakan alat pengepres botol plastik dan tempat sampah terpilah agar kebiasaan memilah sampah berlanjut di sekolah.
Jakarta: Menjaga lingkungan ternyata bisa dimulai dari kebiasaan sederhana seperti tahu sampah mana yang harus dipilah. Hal itu yang dikenalkan kepada 109 siswa kelas 5 dari SDN Jampang 01 dan SDN Karang Tengah 07, Bogor, melalui kegiatan Biodiversity Fun Class (BDFC) 2026.
 
Program yang digelar PT Asuransi MSIG Indonesia (MSIG Indonesia) bersama Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (GNOTA) dan Save the Children Indonesia tersebut mengajak siswa memahami hubungan antara pengelolaan sampah, perubahan iklim, dan keberlanjutan keanekaragaman hayati.
 
Mengusung tema “Kepedulian untuk Masa Depan” dengan konsep “Pilah Sampah, Bumi Bahagia!”, kegiatan ini tidak sekadar memberikan materi tentang lingkungan. Para siswa juga diajak mempraktikkan langsung cara memilah sampah dan memahami dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Seperti diketahui, urgensi pengelolaan sampah tercermin dari studi UCLA Emmett Institute on Climate Change and the Environment yang dirujuk dalam materi BDFC 2026. Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang diperkirakan melepaskan sekitar 6,3 ton metana per jam atau sekitar 55.000 ton per tahun. Gas metana yang antara lain dihasilkan ketika sampah organik membusuk di tempat pemrosesan akhir merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap perubahan iklim serta memberikan tekanan terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati.
 
Baca juga: Sulap Sampah Jadi Cuan, KKN UNDIP Rilis Bank Sampah di Batang

“Saya percaya bahwa inisiatif ini penting karena membantu membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini. Dengan memperkenalkan kebiasaan sederhana seperti memilah sampah, kami berharap para siswa dapat menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi agen perubahan yang menginspirasi keluarga serta komunitas mereka untuk menerapkan praktik lingkungan yang lebih bertanggung jawab,” ujar Presiden Direktur MSIG Indonesia, Tomosuke Tsuruoka dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 Agustus 2026.
 
Materi disampaikan melalui video edukasi, storytelling bersama Save the Children Indonesia, kuis, permainan kelompok, dan praktik langsung memilah sampah. Pendekatan interaktif ini dirancang agar siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat menerapkannya di rumah dan sekolah. 
 
Karyawan MSIG Indonesia juga terlibat sebagai relawan untuk mendampingi para siswa. Sebelum kegiatan berlangsung, mereka mengikuti workshop untuk memperkaya pengetahuan mengenai hubungan antara pemilahan sampah dan pelestarian keanekaragaman hayati.
 
Biodiversity Fun Class pertama kali diselenggarakan pada 2019 sebagai bagian dari komitmen MSIG Indonesia terhadap edukasi lingkungan dan perlindungan keanekaragaman hayati. Hingga 2026, program ini telah melibatkan 86 karyawan MSIG Indonesia sebagai relawan yang berperan sebagai kakak pendamping bagi para siswa dan sudah menjangkau 9 sekolah dasar negeri di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Bogor. Kehadiran BDFC pada tahun ini melanjutkan upaya MSIG Indonesia dalam mendekatkan isu lingkungan kepada generasi muda melalui pembelajaran yang praktis dan menyenangkan.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>