Pelajar yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi menolak Tes Keperawanan saat Car Free Day, di Bundaran HI, Jakarta. (Foto:MI/Angga)
Pelajar yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi menolak Tes Keperawanan saat Car Free Day, di Bundaran HI, Jakarta. (Foto:MI/Angga)

Arzetti: Tes Keperawanan Membuat Trauma Perempuan

Githa Farahdina • 11 Februari 2015 17:01
medcom.id, Jakarta: Anggota DPR Komisi VIII menilai tes keperawanan yang dilakukan sebagai syarat kelulusan membuat perempuan trauma dan dapat mengganggu psikologis perempuan.
 
Anggota Komisi VIII dari Fraksi PKB, Arzetti Bilbina Setiawan mengecam keras tes keperawanan yang diberlakukan di Jember, Jawa Timur. Dirinya meminta wacana itu dihapus karena berdampak buruk bagi perempuan yang diperiksa. “Tes keperawanan membuat trauma tersendiri pada seorang perempuan," kata Arzetti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2015).
 
Menurut Arzetti, hal yang sifatnya pribadi menjadi urusan domestik dalam keluarga. Keperawanan, menjadi tanggung jawab orang tua dalam mendidik anaknya. “Itu urusan internal keluarga,” ujarnya.
 
Komisi D DPRD Jember mewacanakan dibuatnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Keperawanan dalam rapat kordinasi dengan Dinas Pendidikan Jember. Mereka meminta agar keperawanan siswi SMP dan SMA menjadi syarat kelulusan siswa.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FZN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan