NEWSTICKER
Sejumlah siswa belajar ilustrasi. Medcom.id/Antonio
Sejumlah siswa belajar ilustrasi. Medcom.id/Antonio

Penundaan UN Jangan Dimanfaatkan untuk Jalan-jalan

Nasional Virus Korona
Anggi Tondi Martaon • 17 Maret 2020 12:54
Jakarta: Sejumlah provinsi menunda pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2020 menyusul merebaknya kasus virus korona (covid-19). Siswa diminta tidak menyalahgunakan kebijakan tersebut untuk liburan.

“Jangan pergi ke daerah-daerah lain karena justru meningkatkan risiko penyebaran virus,” kata Wakil Ketua Komisi X Hetifah Sjaifudian di Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020.
 
Hetifah meminta siswa memanfaatkan penundaan tersebut dengan baik. Siswa diminta belajar di rumah.

"Persiapkan diri dengan lebih baik," ungkap dia.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu mendukung langkah beberapa pemerintah daerah menunda pelaksanaan UN. Kebijakan itu dianggap sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona.

“Keselamatan siswa adalah yang utama. Melihat perkembangan situasi beberapa hari terakhir, memang bijak jika di daerah-daerah tersebut UN ditunda sementara,” sebut dia.

Hetifah meminta siswa yang tidak mengalami penundaan UN fokus belajar dan menjaga kesehatan. Dia mengingatkan siswa mencuci tangan sebelum dan sesudah mengerjakan ujian.

“Setelah ujian lekas pulang dan jangan banyak bermain di lingkungan sekolah," ujar dia.
 
(Baca: Lewat Video, Nadiem Minta Masyarakat untuk 'di Rumah Saja')

Sejumlah daerah menunda pelaksanaan UN dan meliburkan sekolah selama dua minggu. Kebijakan diambil untuk meminimalisasi penyebaran virus korona. Beberapa darah yang menunda UN, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Bali.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, meminta masyarakat gotong royong mengehentikan penyebaran virus korona. Salah satunya, tetap berada di dalam rumah, baik untuk belajar, bekerja, hingga beribadah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pesan ini ia sampaikan melalui video pendek berdurasi 1 menit 13 detik. Video imbauan tersebut direkam dari kediaman Nadiem.

Nadiem menyesalkan hal itu sebab masih banyak masyarakat yang bisa bekerja dari rumah, tapi masih beraktivitas di luar rumah. "Untuk itu saya tekankan, virus Korona ini bukan lah virus yang bisa diremehkan, virus berbahaya dengan tingkat penularan sangat cepat," tegas Nadiem.


 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif