Dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon. Metro TV
Dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon. Metro TV

Selamat Pagi Indonesia

Waspada Long Covid dan Dampak Pascainfeksi pada Anak

Nasional gejala covid-19 pandemi covid-19 Selamat Pagi Indonesia Vaksin covid-19 untuk anak
MetroTV • 24 Januari 2022 11:17
Jakarta: Kelompok anak awalnya dianggap lebih kebal terhadap covid-19. Namun, anak-anak kini justru dianggap kelompok yang rentan tertular covid-19 dan berisiko penularan tinggi.
 
Dampak jangka panjang covid-19 pada anak-anak umumnya terlihat beberapa pekan setelah terinfeksi. Penyakit yang ditemui sebagai long covid pada anak-anak berupa diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan MIS-C (multisystem inflammatory syndrome in children).
 
“Kita pantau 2-6 minggu setelah infeksi covid-19 tersebut,” kata dokter spesialis anak Lucia Nauli Simbolon dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Senin, 24 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Covid-19 sendiri termasuk sebagai viral infection yang bisa menyerang seluruh organ tubuh penyintas. Tak ayal dampak kesehatan anak pasca terpapar covid-19 beragam dan berisiko tinggi. Mulai dari kontraktilitas jantung yang berpotensi gagal jantung, kesulitan bernapas akibat infeksi paru-paru, hingga peningkatan penanda inflamasi.
 
Lucia mengatakan pemeriksaan kondisi kesehatan anak setelah terpapar covid-19 harus dilakukan. Pemeriksaan dapat dilaksanakan melalui kunjungan dokter atau telekonsultasi dengan menyebutkan keadaan anak.
 
“Kejadian terinfeksi covid-19 sampai MIS-C ini memang jarang, 0,14 persen, namun jangan sampai,” ujar Lucia.
 
Baca: Apa Itu MIS-C, Dampak yang Ditemukan pada Anak Terinfeksi Covid-19
 
Terdapat satu kasus MIS-C pada anak setelah terinfeksi covid-19, yakni cucu keponakan mantan Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Aman Bhakti Pulungan. Anak yang belum sempat menerima vaksin tersebut dirawat di ICU (intensive care unit) karena penurunan fungsi pompa jantung. 
 
Lucia mengingatkan agar masyarakat melakukan vaksinasi bagi anak-anak. Hasil penelitian telah menyatakan bahwa vaksinasi memiliki 91 persen efektivitas dalam mencegah MIS-C. (Kaylina Ivani)

 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif