Jakarta: Sastrawan Hasyim Muhammad Rangkuti meninggal dunia. Hamsad Rangkuti, sapaannya, mengembuskan napas terakhir di usia 75 tahun.
"Turut berduka cita atas wafatnya Hasyim Muhammad Rangkuti (Hamsad Rangkuti), semoga amal dan ibadah almarhum diterima oleh Allah Swt," kata Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam akun Twitter @BadanBahasa, Minggu, 26 Agustus 2018.
Informasi yang dihimpun, Hamsad meninggal sekitar pukul 06.00 WIB di rumahnya, Depok, Jawa Barat. Almarhum diketahui sudah koma lebih dari tiga bulan.
'Maestro Cerpen Indonesia' itu lahir pada 7 Mei 1943, di Titikuning, Medan, Sumatra Utara. Dia adalah anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan Muhamad Saleh Rangkuti Djamilah.
Hamsad menikah pada 1972 dengan Nurwindasari. Dari perkawinannya, mereka dikarunia empat anak: Bonang Kiswara, Girindra, Bungaria, dan Anggi Mauli.
Sebagai cerpenis, Hamsad memiliki keunikan dengan memublikasikan cerpen-cerpennya terlebih dahulu secara lisan dengan cara membacakannya. Baru kemudian ia memublikasikan cerpen tersebut secara tertulis dengan mengirimkannya ke media massa untuk dimuat.
Salah satu cerpen yang dilahirkannya dengan cara seperti itu adalah cerpen "Untuk Siapa Kau Bersiul". Cerpen "Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu" termasuk salah satu cerpen yang amat memukau khalayak pendengar ketika dibacakannya.
Pada 2008, Hamsad memperoleh penghargaan Penulisan Sasatra dari Pusat Bahasa. Dia pun diputuskan untuk memperoleh SEA Write Award 2008 mewakili Indonesia.
Jakarta: Sastrawan Hasyim Muhammad Rangkuti meninggal dunia. Hamsad Rangkuti, sapaannya, mengembuskan napas terakhir di usia 75 tahun.
"Turut berduka cita atas wafatnya Hasyim Muhammad Rangkuti (Hamsad Rangkuti), semoga amal dan ibadah almarhum diterima oleh Allah Swt," kata Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam akun Twitter @BadanBahasa, Minggu, 26 Agustus 2018.
Informasi yang dihimpun, Hamsad meninggal sekitar pukul 06.00 WIB di rumahnya, Depok, Jawa Barat. Almarhum diketahui sudah koma lebih dari tiga bulan.
'Maestro Cerpen Indonesia' itu lahir pada 7 Mei 1943, di Titikuning, Medan, Sumatra Utara. Dia adalah anak keempat dari enam bersaudara dari pasangan Muhamad Saleh Rangkuti Djamilah.
Hamsad menikah pada 1972 dengan Nurwindasari. Dari perkawinannya, mereka dikarunia empat anak: Bonang Kiswara, Girindra, Bungaria, dan Anggi Mauli.
Sebagai cerpenis, Hamsad memiliki keunikan dengan memublikasikan cerpen-cerpennya terlebih dahulu secara lisan dengan cara membacakannya. Baru kemudian ia memublikasikan cerpen tersebut secara tertulis dengan mengirimkannya ke media massa untuk dimuat.
Salah satu cerpen yang dilahirkannya dengan cara seperti itu adalah cerpen "Untuk Siapa Kau Bersiul". Cerpen "Maukah Kau Menghapus Bekas Bibirnya di Bibirku dengan Bibirmu" termasuk salah satu cerpen yang amat memukau khalayak pendengar ketika dibacakannya.
Pada 2008, Hamsad memperoleh penghargaan Penulisan Sasatra dari Pusat Bahasa. Dia pun diputuskan untuk memperoleh SEA Write Award 2008 mewakili Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OGI)