Penyekap Sansan Gunakan Aplikasi Milik Ayah Tiri
lustrasi -- Foto: MI/Galih Pradipta
Jakarta: Polisi memastikan penyekap penumpang taksi daring, Sansan, 24, bukanlah mitra dari perusahaan taksi daring. Pengemudi taksi daring yang bernama Alung alias LI, 27, ini menggunakan aplikasi milik Ayah tirinya.

"Dia tidak terdaftar di aplikasi, bukan driver resmi. Ini aplikasi milik orangtua tirinya," kata Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Hengki Haryadi, saat dikonfirmasi, Kamis 26 April 2018.

Hengki menjelaskan Alung menggunakan aplikasi milik ayah tirinya yang tengah beristirahat. Alung lantas membawa mobil merek Suzuki Karimun bernomor polisi R 2353 BZB dan memanfaatkan aplikasi taksi daring tersebut.


“Ayah tirinya sedang istirahat. Dipakailah aplikasi ini, kemudian digunakan untuk melakukan kejahatan," tambahnya.

Lanjut Hengki, Alung merupakan otak dari aksi penyekapan yang menimpa Sansan di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat. Dia mengajak dua rekannya, Apriyadi 22 dan Suherman untuk bergabung bersamanya melancarkan aksi menyekap korban.

"Pelaku (Alung) adalah sopir yang duduk di depan. Dia yang mengendalikan jalannya perampokan. Sedang dua rekannya bersembunyi di bangku belakang," beber Hengki.

Alung berhasil dibekuk polisi pada Kamis, 26 April 2018. Setelah sebelumnya polisi mendapatkan informasi melalui Aryadi dan Suherman yang sudah tertangkap terlebih dahulu pada Rabu 25 April 2018.

Alung dikabarkan tewas ditembak oleh polisi ketika proses penangkapan yang berlangsung pukul 05.00 WIB pagi tadi. Lantaran dirinya melawan polisi dengan cara menabrakkan mobilnya kearah petugas yang mengejarnya dengan kendaraan sepeda motor.

"(Pelaku) melakukan perlawanan ketika kita kejar dengan sepeda motor. Saat itu pelaku sedang mengendarai kendaraan mobil dan mencoba menabrakkan mobilnya kearah anggota," ungkapnya.

Hengki mengimbau seluruh masyarakat untuk mengambil pelajaran dari kasus tersebut. Dia meminta masyarakat melakukan kroscek ketika memesan dan memasuki mobil penyedia layanan taksi daring.

"Cek kembali sopir dan detail booking-nya. Ada nama sopir, nomor kendaraan, coba dicek kembali, apakah di mobil itu ada orang lain selain sopir, apakah itu pada posisi chain lock karena kalau pintu berada di posisi tersebut, tidak akan bisa dibuka dari dalam, jadi harus diwaspadai," tutupnya.

 



(Des)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360