Dirjen PDT Samsul Widodo (baju biru) pada saat Soft Launching Expo and Conference Asian Games 2018. (Foto: Kemendes PDTT)
Dirjen PDT Samsul Widodo (baju biru) pada saat Soft Launching Expo and Conference Asian Games 2018. (Foto: Kemendes PDTT)

Alpukat Pasamanan Barat Dipamerkan pada Expo & Conference Asian Games 2018

Nasional Berita Kemendes PDTT
Pelangi Karismakristi • 23 Agustus 2018 12:03
Jakarta: Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), menampilkan sejumlah produk unggulan dari beberapa daerah pada acara Expo and Conference Asian Games 2018. Salah satu yang menjadi unggulannya adalah alpukat jenis tanjung, produk asli Desa Girimaju, Nagari Kotobaru, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar.
 
Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Samsul Widodo mengatakan meskipun alpukat jenis tanjung itu berasal dari daerah kategori tertinggal, namun potensinya luar biasa.
 
"Pasaman Barat ini masuk dalam kategori daerah tertinggal. Namun ternyata potensinya luar biasa. Kami ingin lebih memperkenalkan buah-buahan mereka, khususnya buah tropis, kepada para atlet dan tamu kita di momen Asian Games ini," tutur Samsul dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Kamis 23 Agustus 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Samsul ingin potensi besar ini bisa terus dipromosikan. Sebab produksi hariannya bisa mencapai dua hingga tiga ton. Sehingga, jumlah produksi tersebut akan menambah permintaan stok buah alpukat asli daerah yang dipasarkan melalui Regopantes.com.
 
"Ke depan kami ingin mengembangkan pasta alpukat. Yang terpenting harus ada yang menampung dan siap memasarkan. Setelahnya kita akan bantu mesin pengolahannya," lanjutnya.
 
Untuk terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi produk di daerah tertinggal, Samsul juga akan menerapkan konsep Smart Farming. Konsep ini memanfaatkan kecanggihan teknologi bidang pertanian seperti pengukuran debit air secara real time, penggunaan sensor cuaca secara real time, serta sistem pengenalan hama dan gangguan alam. Teknologi tersebut akan didukung dengan penggunaan pesawat tanpa awak (drone) dalam pemetaannya.
 
"Nantinya semua akan bisa diakses melalui telepon genggam melalui aplikasi pintar. Untuk proyek percontohan awal akan kami lakukan di Bombana dan Situbondo," paparnya.
 
Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Karya Bersama di Nagari Kotobaru, Usnil Amri mengungkapkan, menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerahnya bisa mempromosikan alpukat tanjung kepada para atlet Asian Games 2018. Amri yakin jika alpukat tanjung ini tidak hanya sekadar besar secara ukuran, melainkan juga tinggi nutrisi.
 
"Tentu jadi kebanggaan bagi kami bahwa produk unggulan dari daerah kami akan diperkenalkan kepada para atlet dan kedutaan besar. Ini tentu bisa membawa produk kami lebih mendunia. Makan alpukat ini saya jamin setelahnya langsung bertenaga," kata Amri.
 
Amri membagikan potongan alpukat tanjung kepada para atlet dan tamu lainnya secara gratis. Dirinya menyiapkan tiga opsi, yakni alpukat original, alpukat dengan taburan kopi, dan alpukat dengan taburan gula jawa. Meski tidak menjual di lokasi, dirinya siap jika ada pesanan dalam jumlah besar.
 
"Alpukat tanjung di Pasaman Barat setiap hari selalu panen. Jumlahnya minimal bisa mencapai 2,5 ton. Total lahan yang ditanami ada 1.500 hektar dan punya petani lokal. Kalau pas lagi musimnya, sehari bisa minimal 10 ton," sambungnya.
 
Keistimewaan alpukat dari Pasaman Barat ini lanjutnya, yakni karena intensitas perawatan, pemupukan, dan pembersihan tanaman. Dengan demikian, pohon alpukat akan selalu memiliki bunga yang baru meski baru saja dipanen. Ketekunan perawatan tersebut sudah dimulai sejak 2013. Harganya pun terus meningkat mulai 2015 lalu.
 
"Buahnya besar, seratnya halus, ada rasa mentega, susu, dan keju. Sudah dipasarkan hingga ke Tanah Tinggi, Jakarta, Palembang, Jambi, dan Medan. Kami bahkan sudah menembus pasar Singapura dan Malaysia," paparnya.
 
Untuk Anda ketahui, para atlet Asian Games 2018 akan diajak untuk mengunjungi Expo and Conference Asian Games 2018. Mereka akan didampingi para perwakilan dari kedutaan besar masing-masing negara. Selain itu, para alumni pertukaran pemuda di India, Australia, Thailand, dan Belanda juga akan meramaikan kegiatan ini.
 
Selain menyiapkan alpukat tanjung, booth Kemendes PDTT juga memamerkan Kopi Bondowoso serta salak gula pasir dari Kabupaten Karangasem dan Tabanan. Pengunjung juga dapat melihat dan merasakan langsung kondisi serta kegiatan yang dilakukan di perkebunan buah tropis melalui teknologi virtual reality. Pameran ini akan berlangsung sampai tanggal 29 Agustus 2018 di halaman kantor Kemenpora.

 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif