Masyarakat Diminta Dukung dan Dorong Semangat Polri
salah satu karangan bungan di Mapolres Surabaya.
Jakarta: Masyarakat diajak menjaga lingkungan dan terus mendukung Polri agar terus semangat memberantas terorisme. Dukungan masyarakat kepada Polri dinilai penting, karena aparat kini menjadi salah satu target para teroris.
 
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Andy Budiman mengajak masyarakat Kota Surabaya mengirimkan bunga berisi dukungan kepada polisi. Karangan bunga kini terus berdatangan sejak Selasa 15 Mei 2018 ke Mapolda Jawa Timur.
 
"Dukungan ini penting untuk memulihkan semangat polisi dalam menumpas para teroris," kata Andy dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 17 Mei 2018.
 
Hingga Selasa malam, ada ratusan bunga yang dikirim ke Mapolda Jawa Timur. Pengirimnya beragam, dari banyak elemen masyarakat Surabaya. Karangan bunga berisi kata-kata penyemangat seperti 'POLRI Penjaga NKRI. Kami bersamamu' atau 'Solidaritas Rakyat untuk POLRI' dan lainnya.
 
Pada Selasa sore, Komunitas Gusdurian Sidoarjo juga datang ke misa untuk Aloysius Bayu Rendra Wardhana, relawan yang gugur saat mengadang pembawa bom.
 
Pada misa tersebut, Romo Kurdo Irianto menceritakan pertemuannya dengan keluarga korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela. "Tak ada kebencian. Semua sudah diampuni," kata Romo Kurdo menceritakan pertemuannya dengan keluarga korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Baca: Karangan Bunga Belasungkawa Memenuhi Mako Brimob

Andy menyadari, amarah dan dendam pasti muncul di tiap keluarag korban ledakan. Namun, dirinya yakin para keluarga korban kuat menghadapi cobaan.
 
"Perasaan saya sebagai bagian dari Indonesia terasa begitu kuat. Ada rasa marah, membayangkan orang biadab membunuh mereka yang tak bersalah, tapi sekaligus terharu dan sedih melihat para korban yang sangat tegar, tabah, dan memaafkan," ujar Andy yang kuag caleg PSI dari Dapil Jawa Timur 1.
 
Para aktivis Gusdurian memeluk erat bunga yang mereka siapkan. Seorang perempuan berjilbab aktivis Gusdurian mencium buket mawar dengan takzim.
 
Setelah misa, rombongan Gusdurian maju ke depan memanjatkan doa secara Islam untuk Bayu dan lima korban lainnya. Zen, Koordinator Gusdurian Sidoarjo, di hadapan jemaat Katolik mengucapkan dukacita mendalam.
 
Beberapa anggota jemaat mengusap air mata dan berjalan menyalami, mengucapkan terima kasih kepada anak-anak muda yang terinspirasi oleh Gus Dur tersebut.






(FZN)