medcom.id, Jakarta: Polisi memastikan sistem sinyal bukan penyebab tabrakan kereta api Commuter Line di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat. Sistem sinyal cukup baik saat kejadian.
"Sesuai keterangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan PT Kereta Api Indonesia, sistem sinyalnya cukup baik," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2015).
Tito melanjutkan, bila sistem sinyal baik, diperkirakan kecelakaan itu karena faktor lain. "Pertama, karena keretanya ada masalah. Atau, kedua karena orangnya," katanya.
Hasil pemeriksaan sementara, kereta api tidak bermasalah. Tudingan penyebab kecelakaan pun mengarah pada masinis atau asisten masinis. "Kemungkinan besar yang kemarin mengemudikan itu asisten masinis," ujar Tito.
Selain memeriksa tempat kejadian perkara, penyidik Polda Metro Jaya juga memeriksa 30 saksi. Hasil pemeriksaan sementara menyimpulkan asisten masinis tidak mengerti sistem sinyal.
"Dari keterangan asisten masinis, dan saksi-saksi mengatakan tak hafal sinyal lampu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal.
Direktur Keselamatan V PT KAI Candra Purnama membenarkan KRL 1156 yang menabrak KRL 1154 di Stasiun Juanda dikemudikan oleh asisten masinis. "Sebelahnya ada masinis," kata Candra, Kamis 24 September.
Asisten masinis tersebut bernama Krisbanu Dwi Anggoro. "Kondisinya asisten masinis saat ini sehat dan sudah pulang," ujar Candra.
medcom.id, Jakarta: Polisi memastikan sistem sinyal bukan penyebab tabrakan kereta api Commuter Line di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat. Sistem sinyal cukup baik saat kejadian.
"Sesuai keterangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi dan PT Kereta Api Indonesia, sistem sinyalnya cukup baik," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2015).
Tito melanjutkan, bila sistem sinyal baik, diperkirakan kecelakaan itu karena faktor lain. "Pertama, karena keretanya ada masalah. Atau, kedua karena orangnya," katanya.
Hasil pemeriksaan sementara, kereta api tidak bermasalah. Tudingan penyebab kecelakaan pun mengarah pada masinis atau asisten masinis. "Kemungkinan besar yang kemarin mengemudikan itu asisten masinis," ujar Tito.
Selain memeriksa tempat kejadian perkara, penyidik Polda Metro Jaya juga memeriksa 30 saksi. Hasil pemeriksaan sementara menyimpulkan asisten masinis tidak mengerti sistem sinyal.
"Dari keterangan asisten masinis, dan saksi-saksi mengatakan tak hafal sinyal lampu," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes M. Iqbal.
Direktur Keselamatan V PT KAI Candra Purnama membenarkan KRL 1156 yang menabrak KRL 1154 di Stasiun Juanda dikemudikan oleh asisten masinis. "Sebelahnya ada masinis," kata Candra, Kamis 24 September.
Asisten masinis tersebut bernama Krisbanu Dwi Anggoro. "Kondisinya asisten masinis saat ini sehat dan sudah pulang," ujar Candra.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TRK)