medcom.id, Jakarta: Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendesak kepolisian untuk segera meminta keterangan terhadap pihak sekolah Jakarta Internasional School (JIS) terkait pelecehan seksual terhadap anak taman kanak-kanak (TK) bernama AK,6.
"Kasus pelecehan seksual ini kan terjadi di lingkungan sekolah. Sudah seharusnya pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian ini," kata Arist Merdeka Sirait kepada wartawan, Selasa (14/4).
Pelaku yang diketahui berinisial AI dan VA diduga mengalami kelainan seksual (pedofilia). Keduanya merupakan pekerja cleaning service sekolah bertaraf internasional itu. Arist menduga kasus yang menimpa anak keturunan Belanda itu dilakukan oleh sindikat di lingkungan sekolah hingga berulang kali.
"Sementara ini, diduga pelaku ada dua orang laki-laki dan satu orang perempuan dan semuanya karyawan di sekolah bertaraf internasional lagi. Jadi ada kemungkinan pelaku merupakan sindikat yang berada di dalam lingkungan sekolah," ujarnya.
Arist pun mendesak penyidik Polda Metro Jaya segera mengungkap kasus ini agar tidak ada korban lainnya.
"Bagaimana kalau ada korban lain dalam kasus ini karena mereka (pelaku) lebih satu orang dan semuanya bekerja di sekolah itu," pungkasnya.
medcom.id, Jakarta: Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait mendesak kepolisian untuk segera meminta keterangan terhadap pihak sekolah Jakarta Internasional School (JIS) terkait pelecehan seksual terhadap anak taman kanak-kanak (TK) bernama AK,6.
"Kasus pelecehan seksual ini kan terjadi di lingkungan sekolah. Sudah seharusnya pihak sekolah bertanggung jawab atas kejadian ini," kata Arist Merdeka Sirait kepada wartawan, Selasa (14/4).
Pelaku yang diketahui berinisial AI dan VA diduga mengalami kelainan seksual (pedofilia). Keduanya merupakan pekerja cleaning service sekolah bertaraf internasional itu. Arist menduga kasus yang menimpa anak keturunan Belanda itu dilakukan oleh sindikat di lingkungan sekolah hingga berulang kali.
"Sementara ini, diduga pelaku ada dua orang laki-laki dan satu orang perempuan dan semuanya karyawan di sekolah bertaraf internasional lagi. Jadi ada kemungkinan pelaku merupakan sindikat yang berada di dalam lingkungan sekolah," ujarnya.
Arist pun mendesak penyidik Polda Metro Jaya segera mengungkap kasus ini agar tidak ada korban lainnya.
"Bagaimana kalau ada korban lain dalam kasus ini karena mereka (pelaku) lebih satu orang dan semuanya bekerja di sekolah itu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ADF)