medcom.id, Gwangju: Chief Executive Operator dan empat manajer eksekutif Chonghaejin Marine Co., perusahaan operator kapal feri Sewol, menjalani persidangan di Pengadilan Gwangju, Korea Selatan, Jumat (20/6/2014). Mereka berniat mengajukan nota pembelaan atas tudingan kelalaian yang berujung kematian atau hilangnya 300 orang lebih.
Kim Han-sik, CEO berumur 71 tahun, menghadapi perlakukan yang lebih "santai" dari keluarga korban ketimbang persidangan sebelumnya yang menghadirkan 15 kru Sewol. Pekan lalu, seperti diwartakan AP, keluarga berteriak dan melontarkan kata-kata kasar pada para kru.
Sekumpulan jaksa Korsel menuding perusahaan Chonghaejin Marine Co. bertanggung jawab atas kelalaian dan melanggar aturan keselamatan pelayaran.
Chonghaejin disebut memadati Sewol dengan penumpang dan kargo walau mengetahui kapal itu kurang stabil jika kelebihan muatan. Namun, kebiasaan buruk ini rupanya menguntungkan perusahaan hingga tiga juta Dolar AS tiap tahunnya.
medcom.id, Gwangju: Chief Executive Operator dan empat manajer eksekutif Chonghaejin Marine Co., perusahaan operator kapal feri Sewol, menjalani persidangan di Pengadilan Gwangju, Korea Selatan, Jumat (20/6/2014). Mereka berniat mengajukan nota pembelaan atas tudingan kelalaian yang berujung kematian atau hilangnya 300 orang lebih.
Kim Han-sik, CEO berumur 71 tahun, menghadapi perlakukan yang lebih "santai" dari keluarga korban ketimbang persidangan sebelumnya yang menghadirkan 15 kru Sewol. Pekan lalu, seperti diwartakan
AP, keluarga berteriak dan melontarkan kata-kata kasar pada para kru.
Sekumpulan jaksa Korsel menuding perusahaan Chonghaejin Marine Co. bertanggung jawab atas kelalaian dan melanggar aturan keselamatan pelayaran.
Chonghaejin disebut memadati Sewol dengan penumpang dan kargo walau mengetahui kapal itu kurang stabil jika kelebihan muatan. Namun, kebiasaan buruk ini rupanya menguntungkan perusahaan hingga tiga juta Dolar AS tiap tahunnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)