The Jakmaia melakukan aksi damai tabu bunga dan menyalakan lilin di lokasi tewasnya Muhammad Fahreza. Foto: Arga Sumantri/Metrotvnews.com.
The Jakmaia melakukan aksi damai tabu bunga dan menyalakan lilin di lokasi tewasnya Muhammad Fahreza. Foto: Arga Sumantri/Metrotvnews.com.

Ribuan The Jakmania Gelar Aksi Belasungkawa di GBK

Arga sumantri • 17 Mei 2016 00:21
medcom.id, Jakarta: Ribuan The Jakmania melakukan aksi damai di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan Jakarta. Massa The Jakmania berkumpul di depan pintu 7 Senayan dalam rangka bela sungkawa atas meninggalnya Muhammad Fahreza.
 
"Kejadian ini jadi pelajaran kita semua bahwa apa yang terjadi tidak pernah kita rencanakan, ini takdir Tuhan," ungkap Ketua Umum The Jakmania Richard Ahmad di lokasi, Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (16/5/2016).
 
Richard juga berharap kejadian serupa tak terulang. Dia mengutuk keras segala bentuk kekerasan terhadap suporter sepak bola.

"Kita merasa kehilangan, tidak hanya The Jak, tapi seluruh suporter Indonesia merasa kehilangan. Kita tidak ingin kejadian terulang lagi," tambah Richard.
 
Ribuan The Jakmania Gelar Aksi Belasungkawa di GBK
Ribuan The Jakmania melakukan aksi damai di GBK. Foto: Arga Sumantri/Metrotvnews.com.
Pantauan Metrotvnews.com di lokasi, ratusan suporter Persija itu memulai aksinya sekira pukul 20.00 WIB. Mereka memulai aksi dengan menyalakan lilin dan bernyanyi. Massa The Jakmania juga mengheningkan cipta dan berdoa untuk almarhum Muhammad Fahreza.
 
Lepas itu, The Jakmania mengelilingi stadion GBK Senayan. Sejauh ini, aksi berlangsung kondusif.
 
Sejumlah anggota kepolisian juga nampak berjaga. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Dwiyono juga turut hadir memimpin anggotanya melakukan pengamanan.
 
"Kami melakukan pengamanan secara terbuka maupun tertutup. Sekitar 100 personil diterjunkan," ungkap Dwiyono aaat berbincang dengan Metrotvnews.com.
 
Ribuan The Jakmania Gelar Aksi Belasungkawa di GBK
Anggota The Jakmania berdoa di lokasi tabur bunga. Foto: Arga Sumantri/Metrotvnews.com.
 
Reza tewas diduga karena telah dipukuli oleh oknum petugas keamanan saat akan menyaksikan laga pertandingan antara Persija dan Pasela Lamongan, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Minggu 15 Mei.
 
Reza meninggal dunia Minggu pukul 08.00 WIB. Dia meninggal di RS Marinir Cilandak akibat luka benda tumpul di kepala. Reza dimakamkan pada pukul 13.30 di TPU Al-Makmur, Jakarta Selatan.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AZF)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>