NEWSTICKER
Penyelenggaraan WCF 2016 menghasilkan rencana kerja bidang kebudayaan (Foto:Dok.WCF)
Penyelenggaraan WCF 2016 menghasilkan rencana kerja bidang kebudayaan (Foto:Dok.WCF)

Solusi WCF 2016, Mengembangkan Fungsi Kebudayaan dalam Pembangunan

Nasional wcf 2016
M Studio • 11 Oktober 2016 18:36
medcom.id, Bali: Penyelenggaraan World Culture Forum (WCF) 2016, di Nusa Dua, Bali, menghasilkan platform atau rencana kerja bidang kebudayaan.
 
“Platform ini mengacu kepada Bali Promise. Perintahnya di dalam Bali Promise itu adalah menyelenggarakan Forum Kebudayaan yang kedua. Forum kedua ini untuk membicarakan kelanjutan dari ide besar yang sudah dibicarakan pada (WCF) 2013,” kata Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, Selasa (11/10/2016).
 
Menurut Dirjen Hilmar, mendiskusikan platform sangat penting, karena terkait keberlanjutan dari keberadaan kebudayaan. “Sekarang waktunya kita duduk bersama, merumuskan rencana kerja untuk mengembangkan fungsi kebudayaan di dalam pembangunan. Jadi, rencana kerja itulah resolusi WCF 2016,” ujarnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, mengungkapkan budaya dapat dijadikan unsur penggerak dan menambah nilai. “Kita harus bisa melakukan kerja sama budaya dalam seluruh aspek kehidupan,” ujar Mendikbud Effendy.
 
Budaya merupakan komponen penting, sehingga WCF 2016 dapat memberikan kesempatan bagaimana budaya membantu pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, Mendikbud berharap agar WCF 2016 dapat melahirkan sesuatu yang berguna bagi pembangunan manusia.
 
“Saya yakin ini waktunya bagi kita untuk membuat platform saling pengertian, dan keragaman budaya,” kata Mendikbud Effendy.
 
World Culture Forum merupakan diskusi kebudayaan dengan Indonesia sebagai pemrakarsa. Tahun ini, WCF memasuki kali kedua dengan tema “Culture for Inclusive Sustainable Planet” atau “Kebudayaan untuk Pembangunan Berkelanjutan.” WCF 2016 terselenggara selama lima hari, 10-14 Oktober, di Nusa Dua, Bali.
 
Enam tema simposium akan dibicarakan dalam perhelatan akbar ini karena dianggap sebagai isu penting dalam pembangunan dunia yang berkelanjutan.
 
Pertama, Reviving Culture for Rural Sustainability. Kedua, Water for Life: Reconciling Socio-Economic Growth and Environmental Ethics. Ketiga, Interweaving History, Urban Space and Cultural Movement. Keempat, Culture in the New Digital World. Kelima, Reconciling State, Comunity and Cultural Divides. Dan terakhir, Cultural Diversity for Responsible Development.
 
Sebelumnya, WCF 2013, sebagai perhelatan perdana, telah menghasilkan Deklarasi Bali atau Bali Promise dengan mengambil tema The Power of Culture in Development.
 
Pada penyelenggaraan WCF yang kedua, lebih dari 1.500 orang dari dalam dan luar negeri terlibat dalam penyelenggaraan forum budaya semesta ini. Para peserta terdiri atas peserta simposium, International Youth Forum (IYF), serta International Folk Dance Festival (IFDF).
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif