Afifah, remaja yang hilang sejak dua pekan lalu/Metrotvnews.com/Arga Sumantri
Afifah, remaja yang hilang sejak dua pekan lalu/Metrotvnews.com/Arga Sumantri

Kronologis Menghilangnya Gadis Belia di Ciledug

Arga sumantri • 22 April 2016 08:52
medcom.id, Jakarta: Afifah Andriyani tak kunjung pulang ke rumah. Bocah 14 tahun itu pergi dari rumahnya di Jalan Langgar No 11 RT007 RW02, Ciledug, Tangerang, tanpa pamit sejak Senin 4 April.
 
Sumiyati, ibunda Afifah, bercerita, Afifah pergi dari rumah pada Senin 4 April. Saat itu, tak ada satu orangpun yang melihat bocah 14 tahun itu pergi lantaran rumah dalam keadaan kosong.
 
"Saya pergi, adik ipar saya juga antar anaknya ke sekolah, suami adik ipar saya juga pergi, bapak saya (kakek Afifah) juga sedang ke luar," kata Sumiyati kepada Metrotvnews.com di rumahnya, Jalan Langgar, Ciledug, Tangerang, Kamis 21 April malam.

Sekira pukul 08.00 WIB, adik Ipar Sumiyati pulang. Afifah sudah tidak ada di rumah yang saat itu dalam keadaan kosong tak terkunci.
 
Sekira pukul 11.00 WIB, Sumiyati ditelepon kakek Afifah, Abdul Rozaq. Dia memberi tahu Afifah belum pulang sejak pagi.
 
Mulanya, Sumiyati masih menganggap Afifah pergi ke rumah temannya. Apalagi, saat itu sekolah sedang libur.
 
Sore harinya, Sumiyati pulang ke rumah. Afifah tak kunjung pulang bahkan sama sekali tak memberi kabar. Sumiyati coba menelepon Afifah, tapi tidak diangkat.
 
"Saya pikir mungkin lagi asyik sama teman-temannya main, makanya enggak diangkat teleponnya," cerita Sumiyati.
 
Kronologis Menghilangnya Gadis Belia di Ciledug
Ibunda Afifah menunjukkan foto Afifah
 
Ibunda Afifah itu coba mengirim pesan singkat pada Afifah. "Dek kamu ke mana, kok belum pulang, pergi juga engga kabari ibu," kata Sumiyati menirukan bunyi pesan singkatnya.
 
Namun, tak ada balasan dari Afifah. Sampai malam hari, Sumiyati terus mencoba menelpon Afifah dengan hasil sama.
 
"Teleponnya masih nyambung, tapi enggak diangkat," imbuh Sumiyati.
 
Sampai larut malam, Afifah tak juga pulang. Sumiyati mulai cemas. Wanita yang saban hari bekerja sebagai kuli cuci itu tak bisa tidur memikirkan keberadaan anaknya.
 
Selasa 5 April sekira pukul 05.00 WIB, Sumiyati kembali menghubungi Afifah. Telepon genggam Afifah masih aktif, tapi tetap tak ada jawaban.
 
"Mungkin saya pikir menginap dan masih tidur," tambah Sumiyati.
 
Sekira pukul 06.30 WIB, Sumiyati kembali menghubungi Afifah. Sayangnya, telepon genggam Afifah sudah tak lagi bisa dihubungi. Sumiyati semakin was-was. Dia coba menghubungi keluarga dan teman-teman Afifah. Tapi, tak ada yang tahu di mana Afifah berada.
 
Sumiyati lantas melapor ke Polsek Ciledug. Sudah dua pekan lebih, polisi juga belum menemukan titik terang soal keberadaan Afifah.
 
Sang ibu menjelaskan, Afifah pergi mengenakan baju lengan panjang abu-abu. Dia juga mengenakan jeans biru.
 
Ciri-ciri lain, Afifah membawa tas merah dan mengenakan sepatu hitam. Afifah juga pergi membawa telepon genggam dan satu tablet.
 
Afifah berperawakan kurus dan berambut hitam panjang. Afifah memiliki bekas luka di bawah bibir akibat jatuh di sekolah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(OJE)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>