Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kerusuhan 21-22 Mei dipercepat. Medcom.id/Whisnu
Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kerusuhan 21-22 Mei dipercepat. Medcom.id/Whisnu

Pembentukan TGPF Kerusuhan 22 Mei Diminta Dipercepat

Nasional Demo Massa Penolak Pemilu
Whisnu Mardiansyah • 12 Juni 2019 07:51
Jakarta: Wakil Ketua DPR Fadli Zon mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kerusuhan 21-22 Mei dipercepat. TGPF diisi orang-orang independen mengungkap kasus ini secara transparan.
 
"Menurut saya peristiwa itu kan menimbulkan korban jiwa, kemudian masih ada orang-orang yang mungkin belum diketemukan dan sebagainya. Seharusnya ada satu tim gabungan pencari fakta ya seperti dulu 21 tahun lalu juga dibentuk TGPF," kata Fadli di komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 11 Juni 2019.
 
Fadli mengusulkan TGPF diisi masyarakat sipil dan beberapa pihak terkait. Penyelidikan harus dikawal agar berjalan transparan dan independen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sehingga ada independensi dari tim ini untuk membongkar apa yang sesungguhnya terjadi dan kenapa sampai timbul korban jiwa, kemudian mungkin bisa dipelajari tentang siapa yang melakukan dan seterusnya," ungkap Fadli.
 
Penyelidikan juga tidak bisa dilakukan hanya satu pihak saja. Hal untuk menghindari konflik kepentingan agar terciptanya hasil penyelidikan yang transparan.
 
"Karena satu versi pasti akan ada conflict of interest. Siapa yang dirugikan, tuduhan-tuduhan, framing-framing terhadap para pelaku, apalagi dengan pemerintah yang sekarang merupakan ikut bagian dari aktor politik yang sedang berlangsung," ucapnya.
 
Selasa, 21 Mei 2019 sekelompok orang menggelar demo di depan Kantor Bawaslu, Jakarta Pusat. Mereka menolak hasil Pemilu 2019.
 
Aksi berujung ricuh, massa membakar ban serta melempari aparat keamanan. Massa juga merusak gerai makanan cepat saji di pusat perbelanjaan Sarinah.
 
Kepolisian bertindak cepat dengan menangkap ratusan pembuat onar tersebut. Sebanyak 257 perusuh ditangkap pada 22 Mei 2019, sedangkan 185 orang lainnya ditangkap pada Kamis, 23 Mei 2019.
 
Para pelaku yang ditangkap merupakan bagian dari massa perusuh. Mereka terpisah dari massa aksi damai yang berdemonstrasi di depan Bawaslu. Total ada 442 perusuh yang ditangkap dan dijadikan tersangka.
 
Penangkapan dilakukan di beberapa titik kerusuhan, yakni Jalan MH Thamrin, depan Kantor Bawaslu, daerah Monumen Patung Kuda Arjuna Wiwaha, kawasan Menteng, Slipi, dan Petamburan. Polisi juga mengidentifikasi dua kelompok dari ratusan tersangka itu.
 
Sebanyak dua orang berasal dari kelompok Gerakan Reformis Islam (Garis) yang terafiliasi dengan ISIS. Sementara itu, tiga orang lain juga diidentifikasi dari kelompok perusuh.

 

(NUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif