Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Tingkatkan Jumlah Peserta, BPJSTK Gandeng 4 Lembaga

Nasional Berita BPJS Ketenagakerjaan
Gervin Nathaniel Purba • 27 Mei 2019 23:02
Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) aktif menjalin kolaborasi dengan lembaga atau institusi strategis lainnya untuk meningkatkan cakupan kepesertaan. Hingga April 2019, BPJSTK telah bekerja sama dengan empat lembaga.
 
Keempat lembaga tersebut adalah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
 
Rincian kerja sama yang terjalin, yaitu dengan KPI terkait penyebaran informasi dan sosialisasi, dengan Kemenpora terkait perlindungan pekerja non Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungannya, serta dengan KPK terkait kajian penerapan sistem jaminan sosial nasional (SJSN) sesuai ketentuan perundangan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Beberapa minggu lalu, kami juga melakukan perpanjangan kerja sama strategis dengan Jaksa Agung Muda bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) dalam penegakan hukum,” ujar Direktur Utama BPJSTK Agus Susanto, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Senin, 27 Mei 2019.
 
Kerja sama dengan Jamdatun dijalin karena di lapangan masih banyak pemberi kerja yang melanggar hukum hak-hak perlindungan para pekerja. Dari hasil kerja sama sebelumnya, sekitar 280 ribu pekerja telah dipulihkan hak perlindungannya.
 
Kolaborasi dengan lembaga internasional juga dijajaki BPJSTK, terutama untuk peningkatan cakupan perlindungan pekerja migran Indonesia (PMI).
 
BPJSTK telah menjalin kerja sama dengan lembaga jaminan sosial ketenagakerjaan Malaysia, SOCSO (Social Security Organization) dengan tujuan sosialisasi, edukasi, dan akuisisi PMI yang berada di Malaysia. Kerja sama tersebut diharapkan memberikan perlindungan ganda terhadap PMI di Malaysia.
 
“Jika PMI harus dirawat di Malaysia, akan ditangani oleh SOCSO. Ketika kembali ke Indonesia dan perlu pengobatan lebih lanjut, akan ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai benar-benar sembuh,” ujar Agus.
 
Tingkatkan Jumlah Peserta, BPJSTK Gandeng 4 Lembaga
(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Selain itu, BPJSTK juga menjalin kerja sama dengan media. Agus menyambut hangat kehadiran media massa yang menjadi rekan BPJSTK dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, baik mengenai capaian kinerja maupun kritik membangun.
 
“Peran rekan media sangat besar dalam membangun citra positif institusi dan memperkenalkan program perlindungan kami kepada masyarakat luas. Saya berterima kasih kepada seluruh awak media atas kontribusinya selama ini,” kata Agus.
 
Pada kesempatan tersebut, Aguskembali menyampaikan mengenai tema yang diusung BPJSTK pada 2019. BPJSTK mengusung tema Aggressive Growth atau Pertumbuhan Agresif pada Tahun 2019.
 
Melalui tema ini, BPJSTK fokus meningkatkan kepesertaan yang signifikan, sekaligus meningkatan kualitas layanan agar dapat mewujudkan universal coverage bagi seluruh pekerja Indonesia.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif