Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat Lathifa Al Anshori (kiri). Foto: Twitter @lathifaanshori
Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat Lathifa Al Anshori (kiri). Foto: Twitter @lathifaanshori

NasDem Klarifikasi soal Bus TransJakarta yang Disewa di Acara #KitaIndonesia

Damar Iradat • 04 Desember 2016 17:33
medcom.id, Jakarta: Ketua DPD Partai NasDem Jakarta Pusat Lathifa Al Anshori mengklarifikasi soal beredarnya foto bus TransJakarta yang digunakan peserta acara #KitaIndonesia yang disewa oleh mereka. Menurutnya, pemesanan bus sewaan itu sudah sesuai prosedur.
 
Dalam foto-foto yang tersebar di media sosial, ada sebuah bus berwarna biru berlogo TransJakarta. Di kaca depan bus itu tertera sebuah stiker bertuliskan 'DPD Partai NasDem Jakarta Pusat, Bus 143, Kelurahan Kwitang, Kecamatan Senen'.
 
"Perusahaan yang menyewakan bus itu adalah perusahaan swasta, dan boleh tipe bus itu untuk disewakan. Itu kan APTB, bukan Busway," ungkap Lathifa saat dikonfirmasi, Minggu (4/12/2016).

Tim, kata Lathifa, hanya menyewa ke pihak swasta, tanpa meminta lebih jauh model bus. Namun, yang dikirim perusahaan swasta itu nyatanya bus APTB dengan logo TransJakarta.
 
NasDem Klarifikasi soal Bus TransJakarta yang Disewa di Acara #KitaIndonesiaSalah satu bus TransJakarta yang diduga ditempeli stiker untuk acara #KitaIndonesia. Foto: Istimewa
 
DPD NasDem Jakarta Pusat, kata dia, juga menyewa banyak bus. Namun, menurutnya, penyewaan bus juga sudah mengikuti prosedur yang sudah ada.
 
Sementara itu, Direktur Utama PT TransJakarta Budi Kaliwono mengaku sudah menerima laporan tersebut. Menurutnya, hal tersebut merupakan pelanggaran, sebab memanfaatkan bus dengan logo TransJakarta di luar rencana operasional.
 
Budi menegaskan, dari temuan ini, pihaknya akan memanggil operator tersebut. Sebab, secara regulasi jelas diatur setiap bus yang dikontrak TransJakarta atau berlogo TransJakarta hanya digunakan untuk operasional TransJakarta.
 
"Apabila akan digunakan untuk kegiatan kepentingan pelayanan publik lainnya harus menginformasikan terlebih dahulu kepada manajemen TransJakarta untuk bisa di review penggunaannya," tutur Budi dalam keterangan tertulisnya.
 
Ia menegaskan, TransJakarta akan memberikan sanksi kepada operator atas setiap pelanggaran yang dilakukan. Mulai dari denda, sanksi administratif dan terberat pemutusan kerja sama kedua belah pihak.
 
"Kami akan memanggil mereka untuk tahu lebih detail kejadian ini, agar bisa mendapatkan informasi yang berimbang," ungkapnya.
 
Menurutnya, TransJakarta sebagai perusahaan pelayanan publik harus menjaga netralitas dan tidak memihak kepada golongan atau kelompok tertentu.
 
NasDem Klarifikasi soal Bus TransJakarta yang Disewa di Acara #KitaIndonesia
Salah satu bus TransJakarta yang diduga ditempeli stiker untuk acara #KitaIndonesia. Foto: Istimewa
 
Budi juga mengingatkan seluruh operator untuk mematuhi aturan bahwa operasional bus hanya untuk melayani pelanggan TransJakarta. Hal itu sebagai komitmen perusahaan daerah yang bergerak di bidang transportasi publik.
 
Sedangkan, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Sumarsono memastikan, pihaknya menegur operator yang menyewakan bus dengan logo TransJakarta itu.
 
"Sudah ditegur dan ditarik kembali. Senin kita BAP(berita acara pemeriksaan)," kata dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MBM)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>