Santri Wajib Cegah Konflik di Indonesia

M Sholahadhin Azhar 23 Oktober 2018 13:14 WIB
hari santri nasionalJokowi-Ma`ruf
Santri Wajib Cegah Konflik di Indonesia
Ma'ruf Amin menghadiri peringatan hari santri di Palangkaraya/Medcom.id/Adin
Palangkaraya: Peringatan Hari Santri harus menjadi momentum menjaga Indonesia. Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin meminta santri memilihara perdamaian di Indonesia.

"Kalau tidak, akan ada konflik seperti di Suriah, Lebanon, dan Afghanistan," kata Ma'ruf pada peringatan Hari Santri di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Selasa, 23 Oktober 2018.

Agama Islam, terang dia, harus benar-benar dijaga. Agama tak boleh dinodai apalagi disalahgunakan untuk kepentingan sesaat.


"Karena agama ini panduan moral dan panduan politik," tegas Ma'ruf.

Baca: Ma'ruf Amin: Hari Santri Ada Berkat Jokowi

Ma'ruf kerap menemukan banyak gerakan mengatasnamakan agama dengan maksud tertentu. Ia tak mau agama yang tak bisa dilepaskan dari sunah rasul justru menyimpang.

Ia mencontohkan Iran yang berubah menjadi Syiah seiring perubahan zaman. "Karena itu kita harus kawal. Islam yang moderat, rahmatan lil alamin yang tawasud, tasamuf toleran, yang menjadi arus utama negara," beber Ma'ruf.

Ia menginginkan para santri menunjukkan jati diri sebagai penganut Islam moderat. Tak perlu gegabah merespons masalah. Mereka harus elegan menghadapi dinamika.

"Santri juga harus berperan menghilangkan kerusakan dan bahaya-bahaya lain," ucap dia.



(OJE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id