Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.
Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus - Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo.

RUU Jabatan Hakim Jamin Harmonisasi Rumah Tangga

Nasional komisi yudisial
Candra Yuri Nuralam • 14 Mei 2019 00:33
Jakarta: Revisi Undang-Undang (RUU) Jabatan Hakim yang sedang diajukan oleh Komisi Yudisial nantinya akan menjamin kedekatan hakim dengan keluarga yang dimilikinya. Usuran keluarga dinilai menjadi concern yang harus diperbaiki.
 
Ketua Komisi Yudisial Jaja Ahmad Jayus mengatakan masalah jauh dari keluarga kerap menjadi alasan para hakim saat melanggar kode etik. Biasanya, hakim melakukan perselingkuhan lantaran mendapat rotasi dan mutasi pekerjaan yang jauh dari keluarga.
 
"Kalau dia enggak kuat (jauh dari keluarga) akan ada faktor libido, biasanya perselingkuhan yang mengakibatkan diberhentikan," kata Jaja di Gado Gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Selas 14 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masalah rotasi dan mutasi pekerjaan kerap tidak berimbang dikalangan hakim. Beberapa hakim kerap mendapatkan rotasi dan mutasi daerah 'ampas' yang tidak adil dan kerap memberatkan orang tersebut.
 
"Tapi beberapa ada yang tidak merata. Yang merata jika hanya mempunyai keputusan baik dengan pemberi keputusan," ujar Jaja.
 
Maka dari itu, RUU Jabatan Hakim akan menjamin masalah tersebut agar tidak merugikan satu pihak. Hal ini ditujukan agar tidak ada kecemburuan sosial antara sesama hakim.
 
"Jadi nantinya akan dirotasi dari dekat dari lokasi keluarganya," tutur Jaja.
 
Jadi, kata Jaja, jika RUU ini disahkan oleh DPR RI, rotasi dan mutasi hakim akan mempertimbangkan lokasi dari keluarga hakim yang bersangkutan. Jika keluarga hakim tersebut tinggal di Depok, kata jaja, daerah rotasi dan mutasi paling jauh adalah Bekasi.
 
Hal ini dilakukan untuk mengurangi masalah korupsi maupun pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh hakim. Dengan adanya RUU ini, hakim diharap lebih kuat lagi dalam mengkukuhkan etika dan kode etik hakim.
 
"Jadi walaupun gaji hakim di dorong untuk memadai, dalam kasus tertentu gaji hakim belum bisa memenuhi kasus karena jauh dari keluarga, masalah ini kecil tapi sebenarnya harus diperhatikan," tandas Jaja.
 

(EKO)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif