Faktor Pemicu Keberhasilan Gerakan Indonesia Tertib

Anggi Tondi Martaon 29 Oktober 2018 09:02 WIB
berita kemenko pmk
Faktor Pemicu Keberhasilan Gerakan Indonesia Tertib
Kemenko Polhukam sebagai pelaksana Gerakan Indonesia Tertib, menyelenggarakan rembuk nasional (Foto:Dok.Kemenko PMK)
Jakarta: Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Kemenko Polhukam) sebagai pelaksana Gerakan Indonesia Tertib, menyelenggarakan rembuk nasional bertema Membangun Kesadaran dan Perilaku Masyarakat Untuk Menjadi Agen Perubahan dalam Mewujudkan Indonesia Tertib serta Patuh Hukum.

Acara yang berlangsung di Hotel Novotel, Manado Sulawesi Utara, Minggu, 28 Oktober 2018 itu bertujuan mengevaluasi implementasi salah satu dari lima gerakan perubahan yang menjadi bagian program Revolusi Mental.

Rembuk nasional Yang dibuka langsung oleh Menko Polhukam Wiranto itu menghadirkan beberapa narasumber utama, yakni Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkumham Ronny F Sompie, Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh, Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Chryshnanda Dwilaksana, Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan-RB Diah Natalia, Direktur Prasarana Hubungan Darat Kemenhub Ir Chandra Irawan, dan Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA Leny Nurhayati Rosalin.


Berdasarkan paparan Dirjen Imigrasi Kemenkumham Ronny F Sompie, pihaknya terus melakukan inovasi. Hal itu dilakukan agar dapat  memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat khususnya para pemohon paspor. 

Sompie menyampaikan, salah satu inovasi yang dilakukan adalah antrean pembuatan paspor secara online. Menurutnya, inovasi itu dilakukan agar masyarakat tidak perlu mengantre lama saat mengurus perizinan perjalanan ke luar negeri.

"Dengan adanya antrean paspor online berbasis aplikasi ini, setiap pemohon tidak perlu datang ke kantor imigrasi untuk membuat paspor tetapi hanya cukup registrasi melalui aplikasi sehingga mereka mengetahui secara tepat jadwal pembuatan paspor,” kata Ronny.

Mantan Kapolda Bali itu menyebutkan antrean online bertujuan untuk meminimalisir praktek calo. Dia mengklaim, kebijakan tersebut dapat menjauhkan pemohon pasopr dari calo. “Sehingga proses ini menjadi tertib, cepat, dan transparan,” kata Ronny. 

Selain itu upaya implementasi Gerakan Indonesia Tertib juga dilakukan oleh Kemendagri melalui rekam cetak KTP Elektronik. Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakhrulloh  menjelaskan, sebanyak 187,5 juta penduduk Indonesia atau sekitar 97 persen telah memiliki KTP Elektronik.

“Capaian ini merupakan aksi nyata dari implementasi Gerakan Indonesia Tertib yang sudah dilakukan oleh masyarakat Indonesia dan juga meruapakan cerminan dari tertib administrasi kependudukan karena dengan adanya KTP Elektronik, maka kita secara bertahap dapat mengurangi adanya penduduk dengan identitas ganda,” kata Zudan.

Menurut Zudan, masih terdapat sekitar tiga persen masyarakat yang masih belum memiliki KTP Elektronik. Kekurangan itu akan menjadi bahan evaluasi kementerian yang dipimpin oleh Tjahjo Kumolo itu.

“Harapan saya masyarakat segera melengkapi dokumen kependudukannya terutama KTP Elektronik dengan mendatangi kantor Dinas Dukcapil. Kesadaran masyarakat inilah merupakan upaya penting untuk mewujudkan Indonesia tertib,” kata Zudan.

Pada akhir acara, disimpulkan bahwa implementasi Gerakan Indonesia Tertib di berbagai sektor sudah dilakukan dengan baik. Namun perlu diperlukan peningkatan pemahaman dan kesadaran seluruh elemen bangsa terkait arti penting Gerakan Indonesia Tertib. Oleh karenanya, dibutuhkan peran aktif seluruh pihak dalam mempercepat implementasi baik tingkat nasional maupun daerah. 



(ROS)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id