Geliat Teknologi Jadi Tantangan Praktisi Humas
Presiden Arthur W Page Society, Roger Bolton, saat menjadi pembicara kunci dalam Pertemuan Internasional Hubungan Masyarakat 2018 di Conrad, Bali. Foto: Medcom.id/Jati Savitri
Bali: Pesatnya perkembangan teknologi memengaruhi praktisi hubungan masyarakat (humas) menyusun strategi komunikasi. Tak jarang mereka kesulitan mengimbanginya.

Hal ini amat dipahami Presiden Arthur W Page Society, Roger Bolton, saat menjadi pembicara kunci dalam Pertemuan Internasional Hubungan Masyarakat 2018 di Conrad, Bali. Acara yang mengusung tema Pergeseran Kekuatan Komunikasi Strategis di Era Ekonomi Digital ini diselenggarakan pada 4-6 November 2018. 

Menurutnya, ada empat kompetensi yang saat ini harus dikuasai praktisi humas. Pertama, praktisi wajib memahami isu-isu global. Kedua, mereka harus memahami seluk beluk bisnis yang digeluti. 


Ketiga, praktisi juga harus menguasai keahlian berkomunikasi, termasuk menulis dan membuat video kreatif serta infografis. Dan terakhir, praktisi humas harus memahami lingkungan digital sehingga bisa dengan cepat beradaptasi untuk menyusun strategi komunikasi digital.

"Terpenting, selalu menyampaikan kejujuran kepada publik," kata Bolton.

Pertemuan ini menghadirkan sejumlah pembicara bertaraf internasional, antara lain Project Management The World Bank, Niruban Balachandran; Ahli Manajemen Krisis Universitas Texas A&M Amerika Serikat, Timothy Coombs; dan ahli riset hubungan masyarakat dari Universitas Miami, Don Stacks. 

Dari kalangan profesional hadir VP Regional Communication Nissan Motor Asia Pacific, Lavanya Wadgaonkar; dan Head of Public Info and Digital Communication Bank Indonesia, Jeffri Putra.

Konferensi ini bertujuan untuk mempertemukan pakar dan guru besar komunikasi dengan para eksekutif dan praktisi humas. Mereka berkumpul untuk memadukan konsep, teori, dan perkembangan praktik hubungan masyarakat sebagai fungsi manajemen strategis.

“Di era disrupsi saat ini, praktisi hubungan masyarakat tidak hanya cukup memberikan reaksi kepada pesan yang masuk, tapi harus sudah proaktif. Apalagi stakeholders sudah begitu beragam. Tim public relations perlu bekerja sama dengan tim information technology (IT) untuk membentuk tim digital PR yang mumpuni,” kata pendiri IPRS sekaligus Program Director MM Communication, Universitas Trisakti, Elizabeth Gunawan Ananto.

Ini adalah konferensi keempat yang sudah diadakan Universitas Trisakti. Pada 2020 akan diadakan konferensi yang mengulas kompilasi tema dari empat konferensi yang telah digelar sebelumnya.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id