Dhani dinilai sengaja menampilkan simbol tersebut untuk menunjukkan semangat Nazi masih hidup di Indonesia.
Dhani dinilai sengaja menampilkan simbol tersebut untuk menunjukkan semangat Nazi masih hidup di Indonesia.

Media Jerman Soroti Baju ala Nazi Ahmad Dhani

Rita Ayuningtyas • 25 Juni 2014 11:04
medcom.id, Jakarta: Media Jerman, Spiegel, menyoroti seragam penyanyi Ahmad Dhani dalam video klip lagu dukungan untuk calon presiden Prabowo Subianto. Bukan karena lagunya yang merupakan gubahan dari "We Will Rock You" milik Queen.
 
Pakaian yang dikenakan Dhani lebih menarik perhatian media ini. Pentolan band Dewa itu mengenakan baju yang menyerupai seragam pimpinan pasukan rahasia Nazi "SS", Heinrich Himmler.
 
"Baju hitam itu juga lengkap dengan lencana yang sama pada kerahnya dan atribut milik Himmler di dada," sebutnya.

Dhani dinilai sengaja menampilkan simbol tersebut untuk menunjukkan semangat Nazi masih hidup di Indonesia. Simbol-simbol ini merupakan wujud pemerintahan militer yang diktator dan seperti mesin.
 
Situasi semacam ini, di mana ada kesadaran dalam memilih simbol rezim Nazi, tidak dipermasalahkan di masyarakat Indonesia. Kekaisaran ketiga Hitler memang masih banyak dijadikan anutan dalam hal militerisme. Bahkan di Bandung ada sebuah kafe yang bertemakan Nazi dan mudah menemukan buku Mein Kampf.
 
Spiegel juga menyebut salah satu kandidat presiden, Prabowo Subianto, mendasarkan gagasan kampanyenya pada estetika militer dengan mengambil simbol-simbol militer. Media yang dikenal kritis ini menunjukkannya dengan seragam milisi Partai Gerandram seperti yang ada pada akun resmi Partai Gerindra di Facebook.
 
Latar belakang Prabowo sebagai mantan menantu diktator yang berkuasa lama di Indonesia, Soeharto, juga diulas di sini. Termasuk rekam jejaknya dalam pembantaian massal di Provinsi Timor Timur. Setelah rezim mertuanya jatuh pada tahun 1998 Prabowo pergi ke pengasingan di Yordania. Setelah kembali ke Indonesia, dia pun mendirikan Partai Gerindra pada 2008.
 
"Sebelumnya, dia bergabung dalam GSG 9 di Republik Federal (Jerman)," tulis Spiegel.
 
GSG atau Grenzschutzgrupp merupakan detasemen khusus di kepolisian Jerman yang  terkenal khusus untuk operasi memberantas terorisme. Banyak polisi di negara-negara lain yang meniru konsepnya, termasuk Detasemen Khusus 88 (Polri) dan Kopassus (Komando Pasukan Khusus).
 
Guru-guru Kopasus langsung dari GSG 9. Prabowo merupakan salah satu murid dari GSG 9. Dulu, Prabowo pernah diminta belajar ke sana dan menularkan ilmunya ke Kopasus.
 
Nah, dalam kampanyenya pada Pemilu 2014, Prabowo disebut sebagai harapan. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, kesenjangan elektabilitas antara Prabowo dan Joko Widodo kian menipis.
 
Spiegel menyebut para aktivis demokrasi dan jurnalis ketakutan jika Prabowo menang. Sebab, mereka takut hari-hari gelap kediktatoran kembali di Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(BOB)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>