Batam: Kecelakaan tunggal menimpa sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan jemaat gereja di jalur menuju Pantai Melur, Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu, 20 Juni 2026. Kecelakaan diduga karena bus mengalami rem blong hingga akhirnya terguling.
Kronologi
Bus Hino bernomor polisi BP 7159 EY itu membawa lebih dari 30 penumpang. Rombongan diketahui hendak berwisata ke Pantai Melur sebelum kecelakaan terjadi di akses masuk menuju kawasan tersebut.
Menurut laporan, bus melaju dari jalan utama menuju Pantai Melur. Saat memasuki jalur menuju lokasi wisata, kendaraan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan dugaan awal penyebab kecelakaan diperoleh dari keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk Pantai Melur.
Baca Juga :
Polisi Sebut Sopir Taksi Green SM Lalai dalam Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
“Dari keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk Pantai Melur, bus diduga mengalami rem blong atau gagal pengereman,” katanya, Minggu (21/6).
Menurut Afiditya, bus semula hendak berbelok ke kanan untuk memasuki kawasan Pantai Melur. Namun, kendaraan diduga tidak dapat dikendalikan karena sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Bus kemudian terus melaju lurus. Pengemudi berupaya mengurangi risiko kecelakaan yang lebih besar dengan membanting setir. Namun, laju kendaraan tidak berhasil dikendalikan hingga akhirnya terguling.
Kecelakaan tersebut memicu kepanikan di antara penumpang dan menarik perhatian warga serta pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi.
Proses evakuasi dibantu warga
Sebanyak tiga penumpang sempat terjepit di dalam badan bus. Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi untuk mengeluarkan para korban dari dalam kendaraan.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan awal dilakukan di Puskesmas Rempang Cate sebelum sejumlah korban dirujuk ke Rumah Sakit Embung Fatimah dan Rumah Sakit Graha Hermina Batam untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Hingga kini, kepolisian masih mendata jumlah korban, baik yang mengalami luka maupun yang selamat dalam peristiwa tersebut.
Batam:
Kecelakaan tunggal menimpa sebuah bus pariwisata yang mengangkut rombongan jemaat gereja di jalur menuju Pantai Melur, Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau, Sabtu, 20 Juni 2026. Kecelakaan diduga karena bus mengalami
rem blong hingga akhirnya terguling.
Kronologi
Bus Hino bernomor polisi BP 7159 EY itu membawa lebih dari 30 penumpang. Rombongan diketahui hendak berwisata ke Pantai Melur sebelum kecelakaan terjadi di akses masuk menuju kawasan tersebut.
Menurut laporan, bus melaju dari jalan utama menuju Pantai Melur. Saat memasuki jalur menuju lokasi wisata, kendaraan diduga mengalami gangguan pada sistem pengereman.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan dugaan awal penyebab kecelakaan diperoleh dari keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk Pantai Melur.
“Dari keterangan saksi dan petugas yang berjaga di pintu masuk Pantai Melur, bus diduga mengalami rem blong atau gagal pengereman,” katanya, Minggu (21/6).
Menurut Afiditya, bus semula hendak berbelok ke kanan untuk memasuki kawasan Pantai Melur. Namun, kendaraan diduga tidak dapat dikendalikan karena sistem pengereman tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Bus kemudian terus melaju lurus. Pengemudi berupaya mengurangi risiko kecelakaan yang lebih besar dengan membanting setir. Namun, laju kendaraan tidak berhasil dikendalikan hingga akhirnya terguling.
Kecelakaan tersebut memicu kepanikan di antara penumpang dan menarik perhatian warga serta pengguna jalan yang berada di sekitar lokasi.
Proses evakuasi dibantu warga
Sebanyak tiga penumpang sempat terjepit di dalam badan bus. Petugas bersama warga kemudian melakukan evakuasi untuk mengeluarkan para korban dari dalam kendaraan.
Seluruh korban yang berhasil dievakuasi langsung dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan awal dilakukan di Puskesmas Rempang Cate sebelum sejumlah korban dirujuk ke Rumah Sakit Embung Fatimah dan Rumah Sakit Graha Hermina Batam untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Hingga kini, kepolisian masih mendata jumlah korban, baik yang mengalami luka maupun yang selamat dalam peristiwa tersebut.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(PRI)