Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menko PMK Puan Maharani meninjau pembangunan IPLT di Kota Medan. Foto: Medcom.id/Farida Noris
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menko PMK Puan Maharani meninjau pembangunan IPLT di Kota Medan. Foto: Medcom.id/Farida Noris

Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja di Medan Layani 50 Ribu Rumah

Nasional berita kemenpu
M Studio • 27 Januari 2018 13:54
Medan: Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) Kota Medan bisa melayani 50 ribu rumah yang memiliki tangki septik individual maupun komunal. Pembangunan IPLT yang menggunakan APBN 2017 sebesar Rp6,9 miliar itu untuk menciptakan kenyamanan lingkungan.
 
Hal itu dikatakan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono saat meresmikan IPLT Kota Medan dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kabupaten Serdang Bedagai, Medan, Jumat, 26 Januari 2018.
 
"Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR membantu Pemkot Medan untuk membangun IPLT Kota Medan pada 2017. IPLT Kota Medan dibangun dengan kapasitas 100 m3 per hari yang ditargetkan dapat melayani 50 ribu rumah," kata Basuki.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menyebutkan, IPLT diharapkan dapat menampung dan mengolah lumpur tinja hasil pengurasan sebelum dibuang ke sungai. Nantinya, limbah komunal maupun rumah tangga disedot setiap dua tahun untuk diproses di IPLT.
 
"Di kawasan ini, sudah ada instalasi pengelolaan limbah cair atau tinja secara offside sambungan langsung perpipaan dari rumah-rumah dengan kapasitas 20 ribu rumah. Sedangkan yang diresmikan ini IPLT onside, artinya tinja diambil dengan tangki lalu dibawa ke sini untuk diolah menjadi pupuk. Jadi tidak mencemari lingkungan," pungkasnya.
 
Menurut Basuki, IPLT akan dikelola PDAM Tirtanadi. Tagihannya akan disatukan dengan tagihan air minum. Masyarakat hanya membayar biaya operasionalnya saja.
 
"Karena ini disubsidi pemerintah. Instalasinya semua sudah dibangun pemerintah. Masih dihitung biayanya. Sekali nyedot paling kena Rp15 ribu, tapi itu juga harus ada peraturan wali kota. Itu penting supaya berkelanjutan. Untuk melayani masyarakat tidak mungkin tidak ada biaya," urainya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani menegaskan sanitasi sangatlah penting. Puan mengaku dirinya bertanggungjawab membuat dan mengadakan air bersih serta sanitasi sehingga masyarakat lebih sehat.
 
"Saya yang mengoordinasikan gerakan masyarakat hidup sehat. Karena ini memang menjadi tanggung jawab saya. Harapan saya (IPLT) bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di sekitar sini. Bagaimana kemudian kita bisa bergotong royong menjaga instalasi itu sehingga awet. Jangan sampai kalau nanti kami ke sini lagi, itu tidak terpakai maksimal karena tidak dirawat," pungkas Puan.
 

(TRK)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif