NEWSTICKER
Redaktur Bahasa Media Indonesia, Dony Tjipto Nugroho (tengah) menerima piagam penghargaan dari Mendikbud  Muhadjir Effendy. Foto: Istimewa
Redaktur Bahasa Media Indonesia, Dony Tjipto Nugroho (tengah) menerima piagam penghargaan dari Mendikbud Muhadjir Effendy. Foto: Istimewa

Media Indonesia Sabet Juara I Media Cetak Berbahasa Terbaik

Nasional media indonesia
Annisa ayu artanti • 28 Oktober 2017 21:10
medcom.id, Jakarta: Media Indonesia menyabet penghargaan kategori media cetak berbahasa Indonesia terbaik 2017 dalam memperingati Bulan Bahasa dan Sastra 2017.
 
Media Indonesia menang mengungguli media cetak nasional lainnya seperti Pikiran Rakyat, Bisnis Indonesia, Jawa Pos, Lampung Post, Republika, Warta Kota, Tribun Jabar, Suara Pembaruan, dan Banjarmasin Pos. Serta media cetak berdedikasi dalam berbahasa seperti Indonesia Kompas dan Koran Tempo.
 
Penghargaan yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy diberikan sebagai apresiasi bagi media di Indonesia dengan harapan terus meningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia di media massa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Redaktur Bahasa Media Indonesia, Dony Tjipto Nugroho menyampaikan rasa senang bahwa Media Indonesia dapat merebut kembali penghargaan ini. Penghargaan dengan kategori sama pernah diperoleh anggota Media Grup ini pada tahun 2006. Sementara dari 2007 sampai 2016 Media Indonesia hanya menduduki peringkat kedua, ketiga, dan keempat.
 
"Jadi, kami sangat senang tadi mendapat penghargaan itu. Karena itu kan bentuk apresiasi terhadap apa yang sudah kami lakukan. Kami menganggap penghargaan itu sebagai bentuk apresiasi, bahwa kami sudah berada dijalur yang benar dalam berbahasa," kata Dony kepada Metrotvnews,com Sabtu 28 Oktober 2017.
 
Ia menjelaskan, terdapat beberapa poin-poin penting sebelum Media Indonesia naik cetak setiap harinya. Media Indonesia sebisa mungkin menyampaikan berita yang tidak memberikan makna ganda (ambigu) dan lugas dengan pemilihan kosa kata per kalimat, sehingga berita yang disajikan dapat tersampaikan kepada publik.
 
"Disitu ada yang kita poles-poles. Maskudnya begini, tapi menyampaikannya tidak sesuai. Nah, itu yang kita perbaiki. Toh, kita tidak merubah fakta, kita hanya merubah cara penyampaian. Misalnya, tadi tidak ambigu, lugas, tidak bikin orang pusing," jelas dia.
 
Ia berharap, kedepannya, Media Indonesia dapat mempertahankan pengharagaan ini. Apresiasi ini, menunjukan bukti bahwa Media Indonesia selalu mempertahankan kualitas bahasa yang baik.
 
"Harapannya kita mendapat apresiasi yang sama ditahun berikutnya. Karena memang kita mempertahankan kualitas dan apa yang sudah dilakukan badan bahasa ini menjadi pemicu orang sadar bahasa," tutup dia.
 

(SCI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif