Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta. Istimewa
Ilustrasi Bandara Soekarno-Hatta. Istimewa

Cegah Varian Mu, Pintu Masuk RI Hanya Melalui Dua Bandara

Nasional Virus Korona covid-19 Pasien Covid-19 pandemi covid-19 Satgas Covid-19 Mutasi virus Penularan covid-19 Pengidap Covid-19 Varian Baru Covid-19
Fachri Audhia Hafiez • 16 September 2021 10:38
Jakarta: Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membatasi pintu masuk ke wilayah Indonesia. Hal ini sebagai langkah antisipasi penyebaran varian covid-19, salah satunya Mu atau B.1.621.
 
"Secara umum pengaturan syarat perjalanan internasional baik di darat, laut, dan udara pada sama seperti aturan sebelumnya," kata juru bicara Kemenhub Adita Irawati melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 September 2021.
 
Menurut Adita, hal itu dilakukan dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepala Negara meminta langkah antisipasi dan pencegahan penyebaran varian covid-19 melalui simpul-simpul transportasi yang melayani rute internasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pembatasan tersebut diatur dalam Surat Edaran (SE) Kemenhub tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dari Luar Negeri dengan Transportasi Darat lewat SE Nomor 75 tahun 2021, Laut melalui SE Nomor 76 tahun 2021, dan Udara lewat SE Nomor 74 tahun 2021.
 
"Surat Edaran ini mulai berlaku efektif pada 16 September 2021 untuk darat dan laut, serta 17 September 2021 untuk udara, sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian dan dapat diperpanjang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan terakhir di lapangan," ucap Adita.
 
Baca: Epidemiolog: Virus Korona Bakal Terus Bermutasi, Jadi Jangan Lengah
 
Pada aturan teranyar ini, kata Adita, pelaku perjalanan internasional hanya melalui dua bandara. Yakni, Soekarno-Hatta Tangerang dan Sam Ratulangi Manado.
 
Sedangkan, jalur laut hanya dibuka di Pelabuhan Batam, Kepulauan Riau, dan Nunukan, Kalimantan Utara. Lalu, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) hanya dibuka di Terminal Entikong, Kalimantan Barat, dan Aruk, Kalimantan Tengah.
 
Pelaku perjalanan tetap wajib melakukan tes polymerase chain reaction (PCR). Hasil tes PCR yang berlaku yakni H-3. Tes PCR juga wajib dilakukan ketika pelaku perjalanan tiba di lokasi kedatangan.
 
"Dilakukan di lokasi kedatangan, baik itu di pelabuhan, bandara maupun pos batas lintas negara," ujar Adita.
 
Sasaran dari pembatasan yang dilakukan, yaitu untuk para pekerja migran Indonesia (PMI), warga negara Indonesia (WNI), dan warga negara asing (WNA). Lalu, awak kapal penumpang maupun kargo, dan personel penerbangan yang akan masuk ke Indonesia juga berlaku aturan itu.
 
Pengawasan juga akan diperketat bekerja sama dengan unsur terkait seperti TNI Polri, Dinas Perhubungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kementerian Kesehatan, dan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pusat serta daerah.
 
Ketentuan lainnya pada SE itu, yakni perjalanan internasional wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat melakukan perjalanan internasional masuk ke wilayah Indonesia. Khusus WNA diwajibkan menunjukkan bukti kepemilikan asuransi kesehatan/asuransi perjalanan yang mencakup pembiayaan kesehatan dalam melakukan karantina maupun perawatan covid-19 selama di Indonesia.
 
Pelaku perjalanan WNI dan WNA wajib melaksanakan karantina 7 hari. Lalu, di tes ulang PCR setelah proses karantina.
 
"Kewajiban karantina dikecualikan kepada penumpang WNA pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait dengan kunjungan resmi/kenegaraan pejabat asing setingkat menteri keatas," kata Adita.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif