Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam program Newsmaker Medcom.id, Kamis, 3 September 2020. Foto: Medcom.id
Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam program Newsmaker Medcom.id, Kamis, 3 September 2020. Foto: Medcom.id

Satgas: Mencapai Endemi Memerlukan Upaya Kolektif

Nasional Virus Korona vaksinasi covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 Vaksin Slank untuk Indonesia
Antara • 24 September 2021 06:33
Jakarta: Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan endemi tak akan tercipta jika hanya mengandalkan vaksinasi. Semua pihak harus bekerja sama dalam menekan covid-19. 
 
"Endemi dapat tercapai apabila peningkatan cakupan vaksinasi dibarengi dengan upaya kolektif lainnya yaitu pengawasan protokol kesehatan, kepatuhan seluruh masyarakat, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, peningkatan tes covid-19, serta pelacakan kontak erat," papar Wiku dalam konferensi pers daring di Jakarta, Kamis, 24 September 2021.
 
Menurut dia, vaksin dosis lengkap terbukti mengurangi keparahan gejala, risiko perawatan di rumah sakit, dan risiko kematian. Orang yang sudah divaksinasi memiliki risiko tertular kembali lebih rendah sehingga jumlah virus dalam tubuh lebih cepat turun dan peluang terbentuknya varian baru lebih kecil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pertumbuhan Ekonomi Bisa Terwujud Asal Vaksinasi Berjalan Lancar
 
Namun, ia mengingatkan vaksin tidak menjadi satu-satunya tameng dalam menghadapi pandemi ini. Vaksinasi jika hanya dosis pertama dan tidak dibarengi kepatuhan protokol kesehatan tidak dapat menjamin lonjakan kasus tidak terjadi lagi.
 
"Belajar dari pengalaman negara-negara dengan cakupan vaksinasi dosis pertama yang tertinggi di dunia, yaitu Singapura 79 persen, Finlandia 73 persen, Inggris 71 persen, Jepang 66 persen, dan Amerika Serikat 63 persen, nyatanya lonjakan kasus masih dapat terjadi," ujar dia.
 
Wiku mengatakan dengan adanya lonjakan kasus di berbagai negara dengan cakupan vaksinasi yang tinggi, Indonesia tidak boleh semata-mata bergantung pada efek vaksinasi untuk mencapai target endemik covid-19. Kekebalan komunitas baru terbentuk sempurna apabila seluruh warga mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.
 
"Untuk itu kita tidak boleh berpuas diri dan merasa aman hanya dengan vaksin, terutama jika hanya vaksin dosis pertama," kata Wiku.

Vaksin untuk Indonesia


Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(OGI)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif