Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Kasus Bom Bandung, Program Deradikalisasi Perlu Dievaluasi

Theofilus Ifan Sucipto • 08 Desember 2022 08:52
Jakarta: Program deradikalisasi teroris dinilai perlu dievaluasi. Hal itu untuk merespons peristiwa bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat.
 
"Pesan utama peristiwa ini ditujukan pada kerja pascapenanganan tindak pidana terorisme, yakni pemasyarakatan dan deradikalisasi," kata Ketua Setara Institute Hendardi kepada Medcom.id, Kamis, 8 Desember 2022.
 
Hendardi mengatakan pelaku atas nama Agus Sujatno alias Abu Muslim merupakan residivis kasus terorisme pada 2017. Agus sempat menjalani hukuman penjara dan bebas sejak Maret 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Satu hal yang pasti bahwa variabel statis, yakni ideologi intoleran dan radikal, telah melekat pada aktor pelaku atau kelompoknya," ujar dia.
 

Baca: Kapolri Pastikan Insiden Bom Bandung Diusut Tuntas


Data itu perlu menjadi alarm bagi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Mereka harus memperkuat dukungan dan sinergi kinerja program deradikalisasi.
 
"Terorisme adalah ancaman laten yang kapanpun bisa terjadi dan dipicu oleh banyak variabel," papar Hendardi.
 
Hendardi mengutuk peristiwa bom bunuh diri tersebut. Dia berharap Polri segera mengungkap tuntas kasus itu.
 
"Hingga diperoleh gambaran jejaring yang melingkupinya, guna kepentingan penanganan yang lebih akuntabel," ucap dia.
 
Sebelumnya, bom bunuh diri terjadi di Polsek Astanaanyar sekitar pukul 08.20 WIB, Rabu, 7 Desember 2022. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan identitas pelaku ialah Agus Sujatno alias Abu Muslim. Agus terafiliasi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulat (JAD) Bandung.
 
(AGA)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif