Jumlah penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten, diprediksi akan terus meningkat. Metro TV
Jumlah penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten, diprediksi akan terus meningkat. Metro TV

Hot Room

Strategi Agar Pelabuhan Merak Tak Overload

Nasional Kementerian Perhubungan banten Pelabuhan kemenkes Hot Room syarat perjalanan terbaru
MetroTV • 28 April 2022 09:04
Jakarta: Jumlah penumpang maupun kendaraan di Pelabuhan Merak, Banten, diprediksi akan terus meningkat seiring meningkatnya arus warga yang ingin menuju Sumatra. Kebanyakan penumpang memilih melakukan perjalanan malam. 
 
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi kemudian mengungkapkan, pihaknya telah memperhitungkan mitigasi risiko beragama moda transportasi mudik. Mulai dari udara, laut, dan kereta api.
 
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai overload masih berisiko terjadi di titik pemusatan arus pemudik seperti pelabuhan Merak dan tol menuju Semarang. Kemenhub bersama ASDP menyusun sejumlah strategi agar hal tersebut tak terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di antaranya, mengusahakan agar pemudik tidak hanya melakukan perjalanan pada malam hari dengan membuat disparitas harga tarif antara siang dan malam. Kemenhub juga menambah jumlah kapal yang beroperasi dan pelabuhan yang dipakai.
 
“Penambahan pelabuhan yang sudah pasti itu di Pelabuhan Pelindo. Kita uji coba juga di Pelabuhan Bojonegara. Kapal yang beroperasi kini sekitar 38, tapi kita akan tambahkan 4-8 kapal di tempat lain. Jadi tidak terpusat di Merak,” ujar Budi Karya dalam tayangan Hot Room, Rabu, 27 April 2022. 
 
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi booster sebelum mudik. Anak usia 6-18 tahun yang belum bisa menerima booster juga dibebaskan dari syarat hasil tes PCR atau antigen asal sudah menerima dosis kedua vaksin covid-19. 
 
“Tapi untuk anak usia di bawah 6 tahun harus menyertakan hasil pemeriksaan laboratorium baik PCR atau antigen. Kalau tidak ada, tidak bisa naik kapal. Begitu juga dengan bayi,” ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi. (Fatha Annisa)
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif