Prio Santoso (baju merah) menjalani prarekonstruksi kasus pembunuhan Deudeuh di kosan Boarding House Tebet, Jumat (17/4/2015).MTVN/Arga Sumantri
Prio Santoso (baju merah) menjalani prarekonstruksi kasus pembunuhan Deudeuh di kosan Boarding House Tebet, Jumat (17/4/2015).MTVN/Arga Sumantri

Warga Tebet Utara I Cuek Meski Tahu Banyak Kosan Abu-abu

Arga sumantri • 17 April 2015 15:21
medcom.id, Jakarta: Jalan Tebet Utara I nyaris tak pernah tidur. Jalan itu selalu ramai dilalui kendaraan, baik dari arah Jalan Tebet Raya ke Jalan K.H. Abdullah Syafi`ie, atau sebaliknya.
 
Tapi, bukan itu yang membuat Jalan Tebet Utara I kini jadi perbincangan. Melainkan keberadaan Boarding House. Kok bisa? Borading House tak lain tempat ngekos Deudeuh Alfi Sahrin alias Tata.
 
Deudeuh adalah `angel`, sebutan buat perempuan penjaja cinta lewat internet. Deudeuh tewas dibunuh. Jasadnya ditemukan dalam keadaan bugil dengan leher terjerat kabel dan mulut tersumpal kaus kaki, Sabtu dini hari, 11 April.

Boarding House bukan satu-satunya kosan di Jalan Tebet Utara I. Rupanya, ada empat tempat kos lain di jalan sepanjang kira-kira satu kilometer itu. Tapi, apakah keempat kosan itu sejenis dengan Boarding House, wallahualam.
 
Ibu Tarno, pemilik warung kelontong persis di depan Boarding House, kepada Metrotvnews.com, Jumat (17/4/2015), membenarkan ada lima tempat kos di Jalan Tebet Utara I.
 
"Tempat kos ada di bangunan nomor 15C, 16C, 18C, 29C, 30C," kata bu Tarno.
 
Bu Tarno tak menampik, tapi juga tak mengiyakan kelima tempat kos itu jadi tempat prostitusi terselubung. "Isu di kalangan warga si memang tempat 'begituan'," ujar bu Tarno.
 
Penilaian senada meluncur dari mulut Karsinah. Perempuan yang suaminya jadi Ketua RT 07/10, Kelurahan Tebet Timur, itu tak manampik banyak penghuni kos memanfaatkan kamarnya untuk tempat kencan.
 
"Dari dulu, sebelum bapak jadi RT sudah ada kosan di situ. Selama ini sih aman-aman saja," kata perempuan yang sudah puluhan tahun tinggal di Jalan Tebet Utara I itu.
 
Karsinah tidak tahu persis kapan mulai banyak `angel` di Tebet Utara I. "Dahulu kos-kosan banyak diisi karyawan. Bukan buat tempat `gituan`. Yang (sekarang) ngekos saja salahgunakan," tutur Karsinah.
 
Warga, tambah Karsinah, mahfum kelakuan miring penghuni kos. Tapi, mereka cenderung cuek. Warga terkesan tak peduli.
 
"Warga dia saja banyak kosan dijadikan tempat aneh-aneh. Warga diam mungkin karena tiap kosan punya keamanan sendiri," jelas Karsinah.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ICH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan