medcom.id, Jakarta: Empat orang warga menjadi korban ledakan di Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pihak keluarga belum diperbolehkan menjenguknya dengan alasan masih dilakukan observesi medis oleh tim dokter RS Polri.
"Belum boleh dijenguk," ungkap Krisna, putra korban atas nama Asep, kepada Metro TV yang menemuinya di lokasi ledakan di Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).
Krisna mengaku pada saat kejadian dirinya sedang berada di rumah bersama ibundanya yang sedang sakit. Mendengar suara ledakan, dirinya langsung menuju lokasi dan mendapati ayahnya bersimbah darah.
Langsung saja Asep yang sehari-hari bekerja sebagai pemijat itu digendongnya. "Waktu saya gendong kondisi bapak sadar," ujar Krisna.
Tiga korban lainnya adalah Suro alias Rustam, Amir dan Ferry. Asep dan Suro mengalami luka parah dibagian wajah dan badannya sehingga harus mendapat perawatan intensif di ruang ICU RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Hingga kini garis polisi yang mengelilingi lokasi terjadinya ledakan di Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum dicopot. Polisi masih melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab ledakan.
Sejauh ini polisi telah menyita 49 plastik hitam berisi benda seukuran bola tenis dan serpihan paku dan sebagai barang bukti. Beberapa orang warga sudah pula diminta keterangannya.
"Terlalu cepat untuk menyimpulkan, masih akan ada penyelidikan lebih lanjut," ujar Kabag Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol. Agus Rianto.
medcom.id, Jakarta: Empat orang warga menjadi korban ledakan di Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pihak keluarga belum diperbolehkan menjenguknya dengan alasan masih dilakukan observesi medis oleh tim dokter RS Polri.
"Belum boleh dijenguk," ungkap Krisna, putra korban atas nama Asep, kepada Metro TV yang menemuinya di lokasi ledakan di Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2015).
Krisna mengaku pada saat kejadian dirinya sedang berada di rumah bersama ibundanya yang sedang sakit. Mendengar suara ledakan, dirinya langsung menuju lokasi dan mendapati ayahnya bersimbah darah.
Langsung saja Asep yang sehari-hari bekerja sebagai pemijat itu digendongnya. "Waktu saya gendong kondisi bapak sadar," ujar Krisna.
Tiga korban lainnya adalah Suro alias Rustam, Amir dan Ferry. Asep dan Suro mengalami luka parah dibagian wajah dan badannya sehingga harus mendapat perawatan intensif di ruang ICU RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.
Hingga kini garis polisi yang mengelilingi lokasi terjadinya ledakan di Jati Bunder, Tanah Abang, Jakarta Pusat, belum dicopot. Polisi masih melanjutkan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab ledakan.
Sejauh ini polisi telah menyita 49 plastik hitam berisi benda seukuran bola tenis dan serpihan paku dan sebagai barang bukti. Beberapa orang warga sudah pula diminta keterangannya.
"Terlalu cepat untuk menyimpulkan, masih akan ada penyelidikan lebih lanjut," ujar Kabag Biro Penerangan Masyarakat, Brigjen Pol. Agus Rianto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)