medcom.id, Jakarta: Peringatan Hari Bumi tahun ini bertepatan dengan penandatanganan Kesepakatan Paris di New York. Salah satu poinnya mengatur pengendalian perubahan iklim usai 2020.
Hari Bumi tahun ini berfokus pada misi menanam 8 miliar pohon hingga 2020. Angka 8 miliar merupakan perkiraan jumlah penduduk dunia pada 2020, sehingga diharapkan setiap penduduk bumi menanam satu pohon atau yang dikenal dengan program “one life one tree”.
“Hubungan antara Kesepakatan Paris dan pohon sangat jelas. Hutan menjadi kunci memerangi perubahan iklim dan memenuhi tujuan jangka panjang untuk merestorasi keseimbangan ekologis dari planet Bumi,” kata Asisten Khusus Presiden Untuk Perubahan Iklim Murni Titi Resdiana, Sabtu (23/4/2016)
Murni mengatakan pohon dan hutan sangat penting untuk membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan mengingat peran pohon antara lain sebagai penyerap karbon, membersihkan, dan menyegarkan udara, sebagai pompa air alami untuk siklus air, menstabilkan tanah, mendaur ulang nutrisi untuk pertanian, dan mendukung habitat satwa liar.
“Masyarakat dunia diajak untuk bersama-sama mendukung Hari Bumi 2016 dan upacara penandatanganan Kesepakatan Paris dengan melakukan berbagai aktivitas terkait pohon, di antaranya dengan menanam pohon atau berfoto dengan pohon dan menyebarkannya di media sosial dengan tagar #EarthDay2016,” kata Murni.
Indonesia telah berperan aktif dalam perundingan perubahan iklim. Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen Indonesia pada COP21 Desember tahun lalu di Paris di hadapan masyarakat dunia tentang upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dari Business As Usual (BAU) pada 2030, dan bisa mencapai 41 persen jika ada dukungan internasional.
medcom.id, Jakarta: Peringatan Hari Bumi tahun ini bertepatan dengan penandatanganan Kesepakatan Paris di New York. Salah satu poinnya mengatur pengendalian perubahan iklim usai 2020.
Hari Bumi tahun ini berfokus pada misi menanam 8 miliar pohon hingga 2020. Angka 8 miliar merupakan perkiraan jumlah penduduk dunia pada 2020, sehingga diharapkan setiap penduduk bumi menanam satu pohon atau yang dikenal dengan program “one life one tree”.
“Hubungan antara Kesepakatan Paris dan pohon sangat jelas. Hutan menjadi kunci memerangi perubahan iklim dan memenuhi tujuan jangka panjang untuk merestorasi keseimbangan ekologis dari planet Bumi,” kata Asisten Khusus Presiden Untuk Perubahan Iklim Murni Titi Resdiana, Sabtu (23/4/2016)
Murni mengatakan pohon dan hutan sangat penting untuk membantu mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan mengingat peran pohon antara lain sebagai penyerap karbon, membersihkan, dan menyegarkan udara, sebagai pompa air alami untuk siklus air, menstabilkan tanah, mendaur ulang nutrisi untuk pertanian, dan mendukung habitat satwa liar.
“Masyarakat dunia diajak untuk bersama-sama mendukung Hari Bumi 2016 dan upacara penandatanganan Kesepakatan Paris dengan melakukan berbagai aktivitas terkait pohon, di antaranya dengan menanam pohon atau berfoto dengan pohon dan menyebarkannya di media sosial dengan tagar #EarthDay2016,” kata Murni.
Indonesia telah berperan aktif dalam perundingan perubahan iklim. Presiden Joko Widodo menyampaikan komitmen Indonesia pada COP21 Desember tahun lalu di Paris di hadapan masyarakat dunia tentang upaya Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen dari Business As Usual (BAU) pada 2030, dan bisa mencapai 41 persen jika ada dukungan internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UWA)