Koordinator Forum Jaringan Masyarakat Peduli  Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gun Retno. Foto: Damar Iradat/Medcom.id
Koordinator Forum Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) Gun Retno. Foto: Damar Iradat/Medcom.id

Petani Kendeng Minta Jokowi Turun Tangan

Nasional sengketa lahan
Damar Iradat • 19 November 2019 14:22
Jakarta: Petani Kendeng meminta pemerintah pusat menegur Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah agar melaksanakan rekomendasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) di Pegunungan Kendeng. Pasalnya, Pemprov Jateng membiarkan perusahaan tambang beroperasi.
 
Koordinator Forum Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Gun Retno, mengatakan Pegunungan Kendeng tidak boleh ada izin tambang baru berdasarkan hasil KLHS yang dilakukan atas instruksi Presiden Joko Widodo pada 2016.
 
"Ini kan perintah Pak Jokowi. Ketika tidak dilaksanakan, kasihan Pak Jokowi. Ini perintah Kepala Negara," kata Retno seusai bertemu Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 19 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepada Moledoko, Retno juga melaporkan penambangan di wilayah Kendeng semakin masif. Dia menduga Pemprov Jateng mengabaikan perintah Jokowi.
 
Dia berharap pertemuan dengan Moeldoko membuat Pemprov Jateng mau menjalankan rekomendasi KLHS. Petani Kendeng sebelumnya juga telah beraudiensi dengan DPRD dan Pemprov Jateng, namun belum membuahkan hasil.
 
"Tapi faktanya, wilayah Kendeng masih belum dijadikan kawasan yang dilindungi, masih diperbolehkan (penambangan) banyak izin-izin," ujar dia.
 
Moeldoko berjanji menindaklanjuti keluhan petani Kendeng. Retno pun segera berkoordinasi dengan kementerian-kementerian terkait.
 
Retno juga berharap Presiden Jokowi kembali mengeluarkan instruksi ataupun peraturan yang melarang aktivitas pertambangan di Pegunungan Kendeng. Para petani Kendeng akan terus bersuara jika pemerintah masih abai.
 
"Ya, Kendeng ini konsisten, kami ini adalah perjuangan lingkungan, bagaimana air terus mengalir, biar udara tetap sejuk. Ini kan bukan kepentingan warga Kendeng, ini kepentingan anak cucu kita semua," pungkas dia.
 

(AZF)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif