Jakarta: Tingginya minat masyarakat terhadap alternatif perabot non-kayu ini terbukti dari pencapaian terbaru Importa yang sukses mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Mereka berhasil membukukan penjualan 1 juta lemari pakaian besi hanya dalam kurun waktu lima tahun.
"Pencapaian lebih dari 1 Juta unit lemari pakaian besi dalam lima tahun bukan hanya tentang angka penjualan, tetapi merupakan cerminan dari kepercayaan pelanggan dan kerja keras seluruh ekosistem Importa," ujar CEO PT Importa Jaya Abadi (Importa), Nizar Bawazier dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Ekosistem yang dimaksud tidak hanya berhenti pada pabrikasi, tetapi juga menyentuh urat nadi perekonomian daerah. Alih-alih memonopoli penjualan ritel, distribusi furnitur besi ini justru mengandalkan skema Business to Business (B2B) yang memberdayakan ribuan UMKM perabotan di berbagai pelosok nusantara.
"Konsepnya kami punya warehouse, lalu kami distribusikan ke toko-toko mitra. Saat ini toko mitra yang menjual produk Inporta sudah lebih dari 6.000 toko di seluruh Indonesia. Tentunya ini membawa dampak positif juga karena strategi bisnis kami adalah B2B. Jadi kami turut mengangkat perekonomian toko-toko yang ada di daerah," kata dia.
Ke depan, seiring dengan peluncuran tagline baru di ajang Jakarta Fair, ekspansi ruang hidup ramah lingkungan ini ditargetkan tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi juga mampu berekspansi secara global.
"Kita ingin tidak hanya ada di dalam negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke pasar internasional," katanya.
Kesadaran terhadap lingkungan
Generasi muda kini semakin kritis dalam memilih perabotan untuk ruang hidup mereka. Kesadaran terhadap isu lingkungan, khususnya ancaman deforestasi hutan, mendorong pergeseran tren hunian modern. Banyak konsumen kini mulai meninggalkan material kayu dan beralih ke furnitur berbahan dasar besi yang dinilai lebih eco-friendly dan tahan lama.
Nizar mengakui fenomena transisi minat masyarakat tersebut. Pihaknya bahkan secara khusus memfokuskan pengembangan produk dari lemari pakaian, meja makan, hingga lemari hias dengan material yang tidak lagi mengorbankan pepohonan.
"Semua jenis kategori furniture kami shifting menjadi furniture berbahan besi, pemilihan bahan ini juga untuk mencegah deforestasi, karena kita bisa menjaga kelestarian kayu," kata dia.
Selain aspek keberlanjutan lingkungan, faktor cuaca juga menjadi alasan utama mengapa furnitur besi makin digandrungi. Di negara beriklim tropis dengan kelembapan tinggi, ancaman rayap dan jamur kerap menjadi momok bagi pemilik hunian maupun ruang publik.
"Kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama karena Indonesia memiliki iklim tropis. Jadi perlu bahan yang awet," kata Nizar.
Untuk menepis stigma bahwa material besi mudah rusak akibat kelembapan, industri furnitur kini mengadaptasi teknologi powder coating yang tangguh. "Jadi bahan besi kami anti karat," kata dia.
"Berbagai produk dihadirkan untuk memberi kenyamanan dan masa pakai lebih lama dengan bahan premium yang memiliki ketahanan terhadap air, rayap, dan jamur," imbuh dia.
Jakarta: Tingginya minat masyarakat terhadap alternatif perabot non-kayu ini terbukti dari pencapaian terbaru Importa yang sukses mencetak rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Mereka berhasil membukukan penjualan 1 juta lemari pakaian besi hanya dalam kurun waktu lima tahun.
"Pencapaian lebih dari 1 Juta unit lemari pakaian besi dalam lima tahun bukan hanya tentang angka penjualan, tetapi merupakan cerminan dari kepercayaan pelanggan dan kerja keras seluruh ekosistem Importa," ujar CEO PT Importa Jaya Abadi (Importa), Nizar Bawazier dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.
Ekosistem yang dimaksud tidak hanya berhenti pada pabrikasi, tetapi juga menyentuh urat nadi perekonomian daerah. Alih-alih memonopoli penjualan ritel, distribusi furnitur besi ini justru mengandalkan skema Business to Business (B2B) yang memberdayakan ribuan UMKM perabotan di berbagai pelosok nusantara.
"Konsepnya kami punya
warehouse, lalu kami distribusikan ke toko-toko mitra. Saat ini toko mitra yang menjual produk Inporta sudah lebih dari 6.000 toko di seluruh Indonesia. Tentunya ini membawa dampak positif juga karena strategi bisnis kami adalah B2B. Jadi kami turut mengangkat perekonomian toko-toko yang ada di daerah," kata dia.
Ke depan, seiring dengan peluncuran tagline baru di ajang Jakarta Fair, ekspansi ruang hidup ramah lingkungan ini ditargetkan tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi juga mampu berekspansi secara global.
"Kita ingin tidak hanya ada di dalam negeri, tetapi juga membawa nama Indonesia ke pasar internasional," katanya.
Kesadaran terhadap lingkungan
Generasi muda kini semakin kritis dalam memilih perabotan untuk ruang hidup mereka. Kesadaran terhadap isu lingkungan, khususnya ancaman deforestasi hutan, mendorong pergeseran tren hunian modern. Banyak konsumen kini mulai meninggalkan material kayu dan beralih ke furnitur berbahan dasar besi yang dinilai lebih
eco-friendly dan tahan lama.
Nizar mengakui fenomena transisi minat masyarakat tersebut. Pihaknya bahkan secara khusus memfokuskan pengembangan produk dari lemari pakaian, meja makan, hingga lemari hias dengan material yang tidak lagi mengorbankan pepohonan.
"Semua jenis kategori furniture kami
shifting menjadi furniture berbahan besi, pemilihan bahan ini juga untuk mencegah deforestasi, karena kita bisa menjaga kelestarian kayu," kata dia.
Selain aspek keberlanjutan lingkungan, faktor cuaca juga menjadi alasan utama mengapa furnitur besi makin digandrungi. Di negara beriklim tropis dengan kelembapan tinggi, ancaman rayap dan jamur kerap menjadi momok bagi pemilik hunian maupun ruang publik.
"Kami ingin menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia, terutama karena Indonesia memiliki iklim tropis. Jadi perlu bahan yang awet," kata Nizar.
Untuk menepis stigma bahwa material besi mudah rusak akibat kelembapan, industri furnitur kini mengadaptasi teknologi
powder coating yang tangguh. "Jadi bahan besi kami anti karat," kata dia.
"Berbagai produk dihadirkan untuk memberi kenyamanan dan masa pakai lebih lama dengan bahan premium yang memiliki ketahanan terhadap air, rayap, dan jamur," imbuh dia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda(CEU)