Ilustrasi--MI/DEDE SUSIANTI
Ilustrasi--MI/DEDE SUSIANTI

Korban Metromini Maut Alami Luka Pendarahan di Kepala

Riyan Ferdianto • 16 Desember 2015 12:06
medcom.id, Jakarta: Muntiarsih merintih. Korban yang ditabrak Metromini 92 jurusan Grogol-Ciledug itu masih dirawat di Rumah Sakit Permata Hijau. Muntiasih terluka parah di bagian kepala dan punggung.
 
"Ibu Muntiasih mengalami luka pendarahan di kepala dan tulang punggung patah. Tapi masih sadar," kata Siti, Ketua RT 01/06, Kampung Pesanggrahan, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, di kediaman korban, Rabu (16/12/2015).
 
Siti menjelaskan, Muntiasih kerap menanyakan kondisi anaknya. Sampai saat ini Muntiarsih belum diberitahu anaknya, Azam Plamboyan, meninggal di lokasi kejadian. "Kondisinya belum tenang, jadi belum dikasih tahu."

Siti menuturkan, kecelakaan Metromini maut terjadi saat Muntiarsih hendak mengantar Azam ke sekolah. "Ibunya mengantar anak sekolah mau naik angkot 03. Tiba-tiba ditabrak Metromini," kata Siti.
 
Metromini 92 maut menabrak Azam Plamboyan dan Muntiasih di Jalan Raya Meruya Ilir. Kecelakaan terjadi sekitar Pukul 06.00 WIB. Akibatnya Azam tewas di lokasi kejadian, sedangkan Muntiasih menderita luka.
 
Kejadian tersebut menyulut amarah massa. Massa menghakimi sopir dan menghancurkan kaca Metromini tersebut. Sopir Metromini diamankan polisi di Polsek Kembangan, Jakarta Barat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(YDH)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>