Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani
Petugas mengevakuasi kantong jenazah berisi jasad korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182. MI/Ramdani

9 Keluarga Korban Sriwijaya SJ-182 Belum Serahkan Sampel DNA

Nasional pesawat hilang Pesawat Jatuh Sriwijaya Air Jatuh Sriwijaya Air Hilang Kontak Sriwijaya Air Indonesia Sriwijaya Air Jakarta to Pontianak Sriwijaya Air Loses Contact
Kautsar Widya Prabowo • 13 Januari 2021 17:42
Jakarta: Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri menyebut sampel DNA keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 belum lengkap. Ini dapat menghambat proses identifikasi yang tengah dilakukan.
 
"Masih ada sembilan (sampel DNA keluarga korban) belum memberikan data DNA-nya," ujar Kepala Laboratorium DNA Pusdokkes Polri Kombes Ratna dalam konferensi pers di Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Pusdokkes akan berkoordinasi dengan pihak Sriwijaya Air untuk mengonfirmasi perkembangan jumlah keluarga korban yang telah menyerahkan sampel DNA. Ratna menekankan salah satu keberhasilan identifikasi melalui data antemortem atau data dari keluarga.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keberhasilan dari pada pemeriksaan DNA ini yang pertama adalah ada enggak data antemortem dan postmortemnya," tuturnya.
 
Hingga pukul 09.00 WIB, Rabu, 13 Januari 2021, RS Polri telah menerima 112 sampel keluarga korban. Dari ratusan sampel DNA itu, kemungkinan ada dua sampel yang digunakan untuk mengidentifikasi satu korban.
 
Baca: Menhub Dorong Percepatan Pencarian CVR Sriwijaya Air SJ-182
 
RS Polri meminta keluarga korban segera menyerahkan sampel DNA. Proses penyerahan sampel DNA tidak harus dilakukan di Jakarta dan Pontianak. Seluruh polda siap menerima DNA keluarga korban. Seluruh sampel DNA akan dipusatkan di RS Polri guna proses identifkasi.
 
Pesawat Sriwijaya Air dengan call sign SJ-182 rute Jakarta-Pontianak hilang kontak pukul 14.40 WIB, Sabtu, 9 Januari 2021. Pesawat berjenis Boeing 737-500 dengan nomor registrasi PK CLC itu lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, pukul 14.36 WIB.
 
Posisi terakhir pesawat itu berada di 11 mil laut utara Bandara Soetta, tepatnya di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu. Pesawat tercatat hendak menambah ketinggian dari 11 ribu ke 13 ribu kaki. Pesawat yang dipastikan jatuh itu mengangkut 62 orang yang terdiri atas 50 penumpang dan 12 kru.
 
(JMS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif