medcom.id, Yogyakarta: Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) baru saja mewisuda 152 mahasiswa S1 dan S2 dari 9 program studi. Wisuda yang dilaksanakan pada Sabtu 25 Februari 2017 ini merupakan periode pertama di tahun ini.
Dari 152 mahasiswa, terdapat 11 mahasiswa dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi, 19 mahasiswa dengan predikat cumlaude, serta 4 wisudawan terbaik. Keempatnya adalah mahasiswa program studi Sistem Informasi, yakni Maria Alexandra Christine, Monika Suryadarma, Anggie Curie Kendekallo dan Wahyu Hadi.
Rektor UKDW Henry Feriadi merasa bangga dan bersyukur untuk sekian kalinya dapat menyaksikan wisuda para mahasiswanya. Selain itu, Henry juga mengingatkan para wisudawan bahwa keberhasilannya mendapat gelar sarjana tentu tak luput dari dukungan dan pengorbanan dari orang tua, anggota keluarga dan orang-orang terkasih.
"Dukungan dan pengorbanan itu tidak dapat dilupakan. Dan tentunya prestasi akademik yang membanggakan ini menuntut komitmen dan tanggung jawab yang lebih besar saat para wisudawan nantinya memasuki dunia kerja dan bisa menjadi berkat bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan Indonesia yang kita cintai," tutur Henry dalam sambutannya pada acara wisuda yang berlangsung di Auditorium Koinonia.
Lebih dari itu, dirinya mengatakan bahwa salah satu komitmen UKDW ialah memastikan setiap lulusan menyelesaikan proses pendidikan, serta mampu menemukan dan mengembangkan potensi diri. Atau setidaknya para mahasiswa ini telah mengalami transformasi hidup dan menjadi pribadi unggul juga terpercaya.
"Inilah visi yang senantiasa diperjuangkan oleh civitas akademika UKDW yaitu to be a distinctive and trust worthy Christian university that delivers a newbreed of professionals for the pluralistic world based on love, atau menjadi universitas Kristen yang unggul dan terpercaya yang melahirkan generasi profesional mandiri bagi dunia pluralistik berdasarkan kasih," tukas rektor yang menjabat untuk periode 2014-2018 ini.
Pendidikan di UKDW, lanjut Henry, tidak hanya mempersiapkan para lulusan untuk siap bekerja secara profesional dan kompeten, tetapi juga mampu melayani masyarakat Indonesia, bahkan dunia yang sangat beragam suku, agama, dan ras berdasarkan kasih. Penekanan pada kata “kasih” ialah ingin menunjukkan karakter pembeda atau pemakna dalam cara berpikir dan bekerja, baik civitas akademika maupun lulusan UKDW.
Terakhir, Henry berpesan bahwa dalam berjuang untuk menapaki impian untuk mendapat pekerjaan, hidup yang mapan dan kesuksesan masih diperlukan proses pendidikan yang lebih tinggi, sulit dan jauh lebih lama dibanding ketika kuliah. Inilah yang dinamakan pendidikan sepanjang hayat (long life education), di mana UKDW sering menyebutnya 'universitas kehidupan'.
"Dalam memasuki lembaran kehidupan yang baru, marilah senantiasa memegang nilai-nilai luhur Duta Wacana yang kita yakini dan junjung tinggi yaitu, ketaatan pada Allah (obedience to God), berjalan dalam integritas (walking in integrity), melakukan yang terbaik (striving for excellence) dan melayani dunia (service to the world). Keempat nilai luhur ini tidak hanya relevan semasa kuliah,tetapi juga tetap dapat dipegang sebagai pedoman saat membangun karier dalam pekerjaan dan pelayanan. Jangan lupa untuk tetap menjalin komunikasi dan hubungan yang akrab dengan almamater dan kampus UKDW tercinta," tutup Henry.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan