Jakarta: Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa sunah di bulan Syawal. Puasa ini dikenal sebagai puasa enam hari di bulan Syawal.
Selain menjadi bentuk penyempurna ibadah Ramadan, puasa Syawal juga menjadi kesempatan untuk menjaga konsistensi dalam beribadah. Amalan ini memiliki keutamaan pahala senilai puasa satu tahun, seperti disebutkan dalam sebuah hadis:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR. Muslim)
Kapan Puasa Syawal?
Puasa Syawal dilakukan keesokan hari setelah Idulfitri atau pada tanggal 2 Syawal. Berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan begitu, puasa syawal bisa dimulai pada Minggu, 22 Maret 2026.
Seperti disebutkan sebelumnya, puasa ini dianjurkan untuk dilakukan selama enam hari. Namun, tidak ada keharusan untuk menjalaninya secara berturut-turut. Puasa Syawal bisa dilakukan secara terpisah selama masih di bulan Syawal.
Niat Puasa Syawal
Salah satu hal penting sebelum menjalankan puasa adalah membaca niat, tanpa terkecuali ketika hendak menjalankan puasa Syawal. Berikut bacaan niat puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati syawwālin lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Syawal bisa dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun, dalam puasa sunah, niat juga diperbolehkan di pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Jakarta: Setelah menjalani ibadah
puasa selama sebulan penuh di bulan Ramadan, umat Muslim dianjurkan untuk melanjutkannya dengan puasa sunah di bulan Syawal. Puasa ini dikenal sebagai puasa enam hari di bulan Syawal.
Selain menjadi bentuk penyempurna ibadah Ramadan, puasa Syawal juga menjadi kesempatan untuk menjaga konsistensi dalam beribadah. Amalan ini memiliki keutamaan pahala senilai puasa satu tahun, seperti disebutkan dalam sebuah hadis:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَأَتْبَعَهُ سِتَّاً مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya: "Barang siapa berpuasa Ramadan kemudian dilanjutkan dengan enam hari dari Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR. Muslim)
Kapan Puasa Syawal?
Puasa Syawal dilakukan keesokan hari setelah Idulfitri atau pada tanggal 2 Syawal. Berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, Idulfitri jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan begitu, puasa syawal bisa dimulai pada Minggu, 22 Maret 2026.
Seperti disebutkan sebelumnya, puasa ini dianjurkan untuk dilakukan selama enam hari. Namun, tidak ada keharusan untuk menjalaninya secara berturut-turut. Puasa Syawal bisa dilakukan secara terpisah selama masih di bulan Syawal.
Niat Puasa Syawal
Salah satu hal penting sebelum menjalankan puasa adalah membaca niat, tanpa terkecuali ketika hendak menjalankan puasa Syawal. Berikut bacaan niat puasa Syawal:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَوَّالٍ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i sunnati syawwālin lillāhi ta‘ālā
Artinya: “Aku niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa Syawal bisa dibaca pada malam hari hingga sebelum terbit fajar. Namun, dalam puasa sunah, niat juga diperbolehkan di pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)